Selasa, 28 Juli 2009

Wisata di Anyer, Banten Tetap Normal

Penulis : Syarief Oebaidillah

Kendati kunjungan wisata mancanegara dan lokal sempat terpengaruh pasca ledakan bom Mega Kuningan, namun kunjungan wisata di Anyer, Banten tetap berjalan normal.

Kepala Dinas Depbudpar Prov. Banten Ranta Soeharta mengemukakan tingkat hunian hotel tetap normal, sehari setelah tragedi bom di hotel Ritz Carlton dan JW MarriotT, Jumat (17/7), selang sehari yakni Sabtu dan Minggu, kunjungan hotel di Anyer tetap penuh di atas 66%.

"Alhamdulillah, wisata kita tetap tenang tingkat pengunjung dan hotel tidak terpengaruh masih di atas 66 persen," kata Ranta Soeharta di dampingi Kepala Pusat Informasi dan Humas Depbudpar Surya Dharma di Hotel Mambruk, Anyer ,Banten, Minggu (26/7).

Kepada wartawan yang meliput di Jakarta Media Center atas undangan Depbudpar itu, Ranta mengungkapkan target hunian hotel dan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2008 tercapai 99 ribu orang. "Kami menargetkan kunjungan wisman tahun 2009 sebanyak 109 ribu orang," cetusnya.

Sedangkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnu) tahun 2008 mencapai 22 juta orang, 80-90 persen terbanyak kunjungan wisata religi atau ziarah di Banten. Targetnya tahun 2009 mencapai 24 juta wisnu. "Jadi wisata primadona di Banten adalah wisata ziarah atau religi di Cikaduen, Caringin, Banten lama, dan lain lain," cetusnya. (Bay/OL-03)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Jumat, 24 Juli 2009

Gempita Fantasi Anak Digelar

TANJUNGPINANG (BP) - Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang akan menggelar Gempita Fantasi Anak tahun 2009 hari ini, Selasa ( 21/7). ”Kita semakin cemas melihat berbagai tindakan negatif yang sudah merambah kehidupan anak-anak, mulai dari tawuran sampai narkoba. Karena itu, jiwa mereka perlu diisi dengan nilai-nilai seni budaya yang pada intinya memperhalus budi dan bahasa, sehingga dapat diharapkan menjadi penerus kelangsungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim, di sela-sela persiapan acara, Senin(20/7).

Gempita Fantasi Anak Kota Tanjungpinang tahun ini, dipusatkan di Pamedan A Yani, berakhir Rabu (22/7). Dan, dibuka Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan. Pelaksanaan Gempita Fantasi Anak juga dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tahun 2009. Sebagai peserta adalah anak-anak dari Play Group, TK dan SD se-Kota Tanjungpinang yang jumlah seluruhnya 245 orang.

Acara yang mereka ikuti, bidang Tari Melayu 10 peserta (80 orang anak), busana Melayu 63 peserta (63 anak), baca puisi 42 peserta (42 anak), mendongeng 21 peserta (21 anak), dan berbalas pantun 13 peserta (39 anak). ”Puisi dan dongeng masing-masing anak yang mengarangnya. Sehingga daya seni mereka dapat terekresikan,” kata Akib, panggilan akrab Abdul Kadir Ibrahim. (zek)

Sumber : http://batampos.co.id


Gali Untung Dari Festival Kuliner

Oleh : Ema Nur Arifah

Bandung - Sebagai kota wisata yang juga terkenal dengan wisata kulinernya, sangat wajar jika akhirnya begitu banyak acara-acara yang mengusung festival kuliner digelar di Bandung. Sebut saja diantaranya IBCC dengan gelaran Food Fiesta menyusul Festival Jajanan Bango minggu lalu, dan kini yang sedang berlangsung Festival Kuliner Stasiun di Stasiun Bandung.

Tentunya, festival-festival tersebut tidak menyajikan kuliner biasa, tapi kuliner-kuliner pilihan yang sudah tidak asing di telinga konsumen. Bagi para pengusaha kuliner, diajaknya mereka berpartisispasi dalam setiap festival adalah kesempatan untuk meraih omset yang berlipat.

Misalnya Sop Buah Pak Ewok yang biasa mangkal di Jalan Cimandiri. Menurut salah seorang pegawainya Dadang (30) Sop Buah Pak Ewok hampir selalu mengikuti setiap festival kuliner yang diadakan di Bandung. "Kita hampir selalu diajak untuk ikut dalam setiap festival dan biayanya gratis," ujar Dadang.

Tentu saja, omset dari festival bisa berlipat ganda dibandingkan hari biasa. Jika biasanya di hari biasa terjual 500-700 porsi, sedangkan di akhir pekan bisa dua kali lipatnya atau lebih, di festival kuliner bisa berkali-kali lipat.

"Di festival sebelumnya kita bisa menjual sampai 2.000 porsi dalam satu hari," papar Dadang. Harga per porsinya Rp 7 ribu.

Menurut Dadang Bahan baku yang dibeli pun bisa beberapa kali lipat. Dadang mencontohkan jika biasanya melon dalam satu hari hanya habis 1 kuintal tapi di festival kuliner bisa 4 sampai 5 kuintal.

Hal serupa juga dialami oleh Nasi Bakar 15 yang berada di Jalan Cilaki, Jalan Braga dan Jalan Cimandiri. Menurut salah seorang pengelola Tya (22) dengan adanya festival kuliner cukup menguntungkan untuk pendapatan Nasi Bakar 15.

"Kita beberapa kali ikut dalam festival kuliner dan kita diajak untuk bergabung biasanya ditawarkan stand gratis," tutur Tya sat ditemui di Festival Kuliner Stasiun.

Menurut Tya, jika biasanya di hari hanya terjual 400 porsi tapi di festival bisa menjual sampai 1.000 porsi. Satu porsinya sebesar Rp 12 ribu. "Bahkan di festival konsumen sampai antre nggak berhenti-berhenti," ungkap Tya.

Begitupun dengan Yeni (49), pemilik gado-gado Tengku Angkasa di Jalan Tengku Angkasa. Yeni mengaku dia sudah tiga kali mengikuti festival kuliner. "Kita diajak dengan stand gartis," tuturnya.

Namun dalam setiap festival, Yeni hanya menjual gado-gado saja, tidak seperti di pusatnya yang sekaligus menjual nasi dan lauknya. "Keuntungan dari festival bisa dua kali lipat dari penjualan sehari-hari," tuturnya.

Jika di hari biasa omset yang didapatkan di kisaran Rp 5 juta, bukan hanya untuk gado-gado tapi juga semua jenis makanan yang dijual. Sedangkan di festival makanan, menjual gado-gado saja bisa mendapatkan omset sampai kurang dari Rp 10 juta.
(ema/tya)

Sumber : http://bandung.detik.com

Musim akhir liburan sekolah, Berastagi dipadati wisatawan

BERASTAGI - Memasuki musim akhir liburan sekolah, objek wisata di Berastagi, Kabupaten Tanah Karo dipadati wisatawan nusatara yang melaksanakan liburan di daerah pegunungan.

Kehadiran wisatawan nusantara yang berkunjung ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Berastagi mulai terlihat sejak Sabtu (18/7) sore, sedangkan puncaknya terlihat pada Minggu (19/7) tengah hari dengan kehadiran iringan kendaraan pribadi dari arah Medan menuju Berastagi.

Tingginya arus wisatawan ke daerah pegunungan yang memiliki ketinggian 1.400 meter dari permukaan laut membuat tingkat hunian hotel berbintang, hotel melati bahkan vila-vila milik pribadi yang sepi dalam beberapa pekan terakhir, mengalami peningkatan di bandingkan hari hari biasanya.

Begitu pula dengan suasana di Kota Berastagi yang sempat sepi, mendadak ramai. Demikian juga arus lalu lintas di jalan protokol Kota Berastagi, juga mengalami kemacetan lalu lintas yang diakibatkan tingginya ruas kendaraan yang keluar masuk.

Namun kemacetan arus lalu lintas, akhirnya dapat diatasi setelah Kasat lantas Polres Tanah Karo AKP M Saleh mengerahkan anggotanya dari unit Pos Lantas Berastagi untuk menutup jalur lingkar di Tugu Perjuangan Berastagi dan menempatkan sejumlah petugas di beberapa persimpangan jalan yang ada di kota wisata Berastagi

Anita Kaban, dan Christine, petugas reseption salah satu penginapan, tadi malam, mengatakan naiknya tingkat kunjungan wisatawan nusantara ke daerah pegunungan ini sudah diprediksi sebelumnya.

Disebutkan, kehadiran wisatawan nusantara yang datang ke Berastagi membuat tingkat hunian di penginapan disepanjang jalan protokol Berastagi juga mengalami peningkatan, begitu pula dengan penginapan yang ada di pinggiran kota Berastagi .Meskipun tidak sampai membludak namun tingkat hunian terasa meningkat, katanya.

Sedangkan wisatawan yang ingin suasana baru pihaknya menyarankan berwisata ke Desa Tongging, Kecamatan Merek Kabupaten Karo, sebelah Utara Danau Toba yang berjarak 47 km dari pusat pariwisata Berastagi.

Di Desa Tongging, sejumlah wisatawan nusantara terlihat memanfaatkan liburannya untuk memancing, berenang dan menikmati keindahan air terjun Sipiso-Piso. Diperkirakan wisatawan kembali ke tempatnya masing masing Senin (20/7) sore.

Sumber : http://www.waspada.co.id

Poros Wisata Denpasar-Dili Menarik Dikembangkan

DILI--MI: Duta Besar Timor Timur untuk Indonesia Manuel Cerrano menyatakan ide mengembangkan jalur wisata Denpasar-Dili menarik untuk diwujudkan dengan diikuti penyiapan infrastruktur dan SDM di negaranya, karena bisa menambah devisa negara itu.

"Hal itu sangat menarik dan bisa kita bersama terus gali potensi yang ada didukung pengembangan SDM negara kami dibarengi penyiapan fasilitas pendukung. Pemerintah kami kini tengah menyiapkan semuanya," katanya dalam satu dengar pendapat kelompok kerja pariwisata
Indonesia-Timor Timur di Dili, Timor Timur, Sabtu (17/7).

Cerrano saat itu memimpin kelompok kerja pariwisata dan budaya sebagai bagian dari implementasi hasil Rekomendasi Komisi Kebenaran dan Persahabatan yang telah berlangsung sejak dua hari lalu.

Sumber : http://www.mediaindonesia.com
Hadir dalam pertemuan itu Asisten Direktur untuk Masalah Asia Pasifik Departemen Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia, Janne Dalawir, dan Deputi Direktur Kerja Sama Bilateral Departemen Pariwisata dan Budaya Indonesia, Dananjaya Axioma.

Dari pihak Timor Timur, Cerrano didampingi Direktur Nasional Pariwisata dan Kementerian Pariwisata, Perdagangan, dan Industri Timor Timur, Joseph F Diaz Quintas.

Dengar pendapat ini sebagai bagian dari pertemuan di tingkat pejabat tinggi kedua negara itu, yang juga dihadiri Direktur Jenderal Multilateral Departemen Luar Negeri Indonesia, Rezlan I Jenie, Duta Besar Indonesia untuk Timor Timur, Eddy Setiabudhi, dan sejumlah pejabat lain. (Ant/OL-01)

Depbudpar Butuh Rp97 Miliar untuk Pulihkan Citra Indonesia

JAKARTA--MI: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) telah mengusulkan dana pemulihan citra Indonesia pascabom Rp96 miliar hingga Rp97 miliar.

Namun angka tersebut baru usulan yang harus dibahas prioritasnya dan akan diajukan ke Menteri Keuangan (Menkeu) pekan depan.

"Untuk memulihkan pariwisata dengan memulihkan citra, perlu campaign dan dana untuk public relation dan roadshow. Depbudpar sudah ajukan tapi kita harus lihat lagi prioritas yang mau dijalankan, nanti terserah Menkeu," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Perindustrian dan Perdagangan Edy Putra Irawady saat ditemui di Jakarta, Jumat (24/7).

Menurutnya, melihat dari pengalaman pada bom Bali beberapa waktu lalu, untuk pemulihan citra butuh Rp67 miliar melalui kegiatan ekonomi pariwisata. Sebesar Rp34 miliar untuk penguatan keamanan dan Rp2 miliar untuk lain-lain. Sedangkan yang terpakai hanya sekitar 68%.

"Pada waktu (bom) Bali kita fokus ke pariwisata karena itu pintu masuk. Karena Bali sangat tergantung pada pariwisata, kita fokus membenahi pariwisatan," katanya.

Namun untuk Jakarta, ujarnya, yang harus dibenahi lebih jelas. Yakni tiga sektor, pertama investasi, keduua pariwisata, ketiga perdagangan yang harus diperbaiki citranya.

"Kalau investasi itu berkaitan dengan investor dan importir yang datang ke sini, mereka datang terikat dengan asuransi. Banyak sekali asuransi mereka yang tidak membolehkan mereka ke sini. Ini yang mau kita jelaskan kepada perusahaan asuransi, kita cepat tanggap menuntaskan kasus ini dan meningkatkan confidence," tuturnya. (Tup/OL-01)

Sumber : http://www.mediajalanjalan.com

Taman Nasional Komodo Finalis Tujuh Keajaiban Dunia Bernuansa Alam

JAKARTA--MI: New 7 Wonders Foundation menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 28 finalis tujuh keajaiban dunia bernuansa alam setelah menyisihkan sekitar 440 nominasi dari 220 negara.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) yang bertindak sebagai Komodo National Park Official Supporting Committee dalam siaran persnya, Rabu (22/7), menyatakan penetapan Tanam Nasional Komodo sebagai finalis diputuskan New 7 Wonders Foundation pada Selasa (21/7).

Oleh karena itu Depbudpar akan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk berpartisipasi aktif memberikan suara kembali untuk mendukung Taman Nasional Komodo dalam kampanye New 7 Wonders of Nature.

Diharapkan taman nasional yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dapat terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia bernuansa alam yang akan ditentukan pada 2011.

Pada tahap final kampanye New 7 Wonders of Nature, ke-28 finalis akan bersaing kembali tanpa memperhitungkan peringkat dan jumlah suara pada tahap sebelumnya. Seluruh masyarakat Indonesia dan dunia yang telah memberikan suara pada tahap I dan II (sebelum 7 Juli lalu), diharapkan memberikan suara kembali pada tahap III (final).

Pemberian suara dapat dilakukan melalui website http://www.new7wonders.com atau melalui telepon (SLI) +41 77 312 4041. Setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia yang telah mendukung Taman Nasional Komodo dalam kampanye New 7 Wonders of Nature Tahap I dan II hingga 7 Juli lalu. (RO/OL-01)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

PBB: Indonesia Aman!

JAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi Turisme Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations World Tourism Organisation meyakinkan dunia bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi aman. Dalam waktu dekat, Sekretaris Jenderal UNWTO akan berkunjung ke Indonesia guna membuktikan bahwa Indonesia, terutama Jakarta, tetap aman dikunjungi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekjen UNWTO Asia-Pasifik Xu Jing kepada para wartawan lokal dan asing di Jakarta, Rabu (22/7). "Kami melihat bahwa Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah serius guna mengurangi efek negatif dari aksi serangan terorisme," ujar Xu Jing. Xu Jing juga memuji langkah-langkah Indonesia dalam mengatasi aksi terorisme yang terjadi.

Indonesia, kata Xu Jing, telah berpengalaman mengatasi imbas dari Bom Bali I, Bali II, Marriott I, Marriott II, dan lainnya. Dengan demikian, Xu Jing mengatakan, UNWTO berkeyakinan turisme Indonesia segera pulih dalam waktu cepat.

Indonesia, kata Xu Jing, tetap menjadi tujuan wisata primadona bagi turis mancanegara. Sebagai contoh, paruh pertama tahun 2009, jumlah wisman yang mengunjungi Bali melonjak sembilan persen. Padahal, kunjungan wisman ke negara-negara lain di dunia rata-rata merosot sekitar delapan persen. Melalui kesempatan itu pula, Xu Jing mengatakan, UNWTO mengutuk aksi terorisme di Kuningan. "Serangan terorisme terhadap tamu yang tak bersalah adalah tindakan yang pengecut. Tidak ada tempat bagi aksi terorisme di sektor pariwisata," ujar Xu Jing.

Sumber : http://travel.kompas.com

Pengamanan "Festival Krakatau" Ditingkatkan

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com--Polda Lampung menambah personel keamanan pada "Festival Krakatau XIX" di Lampung, 25-29 Juli, pascapengeboman di kawasan Mega Kuningan Jakarta pada Jumat (17/7) lalu.

"Jumlah personel untuk mengamankan Festival Krakatau memang kami tambah dari tadinya berjumlah 400 personel menjadi 600 personel, dari tiga unsur masing-masing Polda Lampung, Poltabes Bandarlampung, dan Polres Lampung Selatan," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Polda Lampung, AKBP Zulhami, di Bandarlampung, Selasa.

Ke-600 personel itu, kata dia, akan melaksanakan pengamanan dengan pola pengamanan terbuka, tertutup, melekat dan pengawalan, khususnya kepada 15 duta besar yang sudah memastikan diri akan hadir dalam festival itu.

"Tidak ada pengamanan yang terlalu istimewa, kecuali untuk Duta Besar Amerika Serikat yang meminta pengamanan khusus, dan masih akan kami bicarakan bagaimana bentuk pengamanannya itu," kata dia.

Secara umum, dia mengatakan, Polda Lampung akan memaksimalkan peran intelkam untuk memantau perkembangan dan situasi selama Festival Krakatau XIX berlangsung.

Meski demikian, dia mengatakan kondisi keamanan di Provinsi Lampung aman dan kondusif untuk pelaksanaan Festival Krakatau XIX.

Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung, Erwin Nizar.

"Situasi di Lampung aman, bahkan kami mendapat laporan tidak terjadi eksodus atau pengurangan jumlah kunjungan di Tanjung Setia, Lampung Barat, dan Taman Nasional Way Kambas, pascabom kuningan," kata Erwin.

Dia mengatakan, Festival Krakatau XIX, yang akan berlangsung pada 25-29 Juli 2009, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan beberapa program unggulan, yaitu tur Gunung Krakatau di Selat Sunda, pawai budaya di Bandarlampung dan Krakatau Night.

Meski demikian, pada tahun ini, para turis dan duta besar yang diundang mendapatkan satu jadwal acara tambahan, yaitu kunjungan ke Pulau Bule dan Tambling Nature Wildlife Centre (TNWC), milik Tommy Winata.

"Saat kunjungan ke Pulau Bule, para turis akan mendapatkan suguhan berupa ekspose potensi daerah Lampung, dan ekspose Jembatan Selat Sunda," kata dia.

Dana yang digelontorkan untuk kegiatan itu pada tahun 2009 sebesar Rp800 juta, dan diolah sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung.

Hingga Selasa (21/7), sebanyak 15 duta besar memastikan diri akan hadir pada festival itu, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Rumania, Portugal, Turki, Filipina, Hongaria, Polandia, Singapura, Yunani, Slovakia, Thailand, Libanon, Bosnia, Suriname, Afganistan, dan Palestina.

Kesenian Samarinda Siap Tampil Sambut Festival Erau Adat Tempong Tawar 2009

PESTA Adat Erau Tempong Tawar 2009 yang akan dibuka Menteri Pariwisata dan Budaya Jero Wacik di Stadion Madya kecamatan Tenggarong seberang minggu 26 Juli 2009 akan disaksikan duta-duta besar mancanegara.

Tidak hanya itu perayaan tersebut juga ternyata memberikan manfaat tersendiri bagi semua daerah yang akan ikut memeriahkan festival erau adat, baik melalui expo erau 20009 dan lainnya.

Bahkan adanya festival erau adat tempong tawar tersebut juga akan memberikan manfaat tersendiri bagi 7 kabupaten/kota di Kaltim, salah saatunya Kota Samarinda. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Samarinda menyebutkan bahwa, perayaan pesta erau adat tempong tawar 2009 di Kukar, akan memberikan banyak manfaat bagi samarinda diantaranya, para pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara tidak menutup kemuungkinan akan banyak menginap di hotel-hotel berbintang sampai penginpan lainnya di Samarinda.

"Samarinda sangat menyambut baik akan perayaan pesta adat erau di Tenggarong, dan akan memberikan banyak manfaat bagi kota samarinda khususnya bagi para pengunjung baik luar maupun mancanegara yang akan menyaksikan erau 2009 di Tenggarong, dengan menginap di hotel maupun penginapan lainnya di Samarinda," kata Robby belum lama ini saat menghadiri rapat koordinasi persiapan erau adat di lantai II Kantor Gubernur, Samarinda.

Bahkan kesenian Kota Samarinda sendiri juga ikut ambil bagian dalam meramaikan festival erau adat 2009 di Tenggarong, dengan menampilkan berbagai macam kesenian pada malam kesenian yang telah dijadwalkan bersaama PPU, dan Kukar akan menampilkan berbagai tarian budayanya masing-masing tepatnya Selasa 28 Juli 2009 pukul 20 sampai selesai di malam kesenian yang berlokasi di Pentas Terbuka Depan BPR Bepede Tenggarong. Kemudian malam berikutnya dilanjutkan dengan penampilan dari Bontang, Balikpapan, Kubar dan Kutim ramaikan malam kesenian. (hmp15)

Sumber : http://www.sapos.co.id


Singapura Berbinar oleh Karnival Batik

Saat para pemain Solo Batik Carnival (SBC) muncul ke panggung di Civic Plaza, Ngee Ann City, Orchard Road, Singapura, Sabtu (18/7), pusat perbelanjaan di kota Singa nan ramai itu seperti hendak meledak. Gelegar suara tambur massal ala musik Brasil dipadu orkestra gamelan yang didominasi suara saron (perkusi dari lempeng kuningan), bak memanggili mereka yang lalu lalang. Saat mereka tiba, mereka disuguhi penampilan sejumlah penari berbusana glamour nan unik.

Wajah para penari dilukisi motif dengan warna-warni cerah ditaburi butir warna keperakan dan keemasan. Tubuh mereka, Januar, Anneke, Nining, Kwita, Uli, Asti, Ragowo, Fania, Wissyu, Suryadi, dan Novita dibungkus busana berlapis hingga menyerupai pakaian kurungan ayam orang-orang Eropa pada abad pertengahan.

Di sela pakaian yang mengembang terselip banyak sampur serta selendang batik. Kepala mereka penuh berbagai rumbai-rumbai yang mengembang bak ekor merak jantan. Demikian pula sayap-sayap kain yang kadang mereka kepakkan. Mereka mengggantung beraneka toping kayu di dahi, kepala, pinggang dan pangkal paha. Beberapa penari memasang dua bendera panji-panji di punggung mereka bak pakaian para jenderal China di era kekaisaran.

Ribuan pengunjung datang silih berganti menyaksikan penampilan SBC dengan takjub. Sebagian memilih bertahan hingga SBC selesai manggung sambil mengikuti irama musik dan menikmati gerakan tari gado-gado tradisional-kontemprorer itu. Sebenarnya rasa takjub para pengunjung ini sudah terasa sejak para penari berkostum ramai ini hadir di belakang panggung.

Puluhan juru foto dan para pengunjung berebut memotret saat mereka masih merias akhir wajah mereka. Saat mereka saling berlatih kecil merancang gerakan. Saat mereka saling merapikan kostum. Tapi pengunjung dan juru foto yang tergoda keelokan kostum mereka seperti tak peduli. Mereka tak segan menegur pemain untuk berfoto bersama dengan keluarga mereka. Dan seperti sudah terlatih, para pemain dengan ramah mengabulkan permintaan mereka dan berbaur.

Ketika para pemain mengakhiri pementasan mereka dengan datang ke tengah penonton, suasana serupa kembali terjadi. Para penonton mengepung dan berebut berfoto dengan para pemain. Sementara itu, suara orkestra tambur Brazil terus mengalun yang kadang diselingi orkestra gamelan.

Jubir SBC, Kepala Bidang Promosi dan Kerjasama Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Surakarta, Mufti Rahardjo mengakui, sajian SBC mengadopsi pesta karnaval yang setiap tahun diadakan di Rio De Janeiro, Brazil. Dan hasilnya memang tidak kalah heboh dengan karnival di negeri asalnya. Ia mengaku tidak sulit menyiapkan penampilan seperti ini, sebab, antusias warga Solo yang ingin terlibat SBC, tinggi, selain itu, "Solo kan sejak dulu dikenal sebagai kota kirab yang bahasa lainnya adalah karnival atau karnaval," ucapnya.

Ia menjelaskan, SBC dibentuk dengan semangat ingin membuat tag dan branding bagi industri batik Indonesia dengan mengemas seni pertunjukkan seperti disajikan SBC. Duta Besar RI untuk Singapura, Wardana menambahkan, oleh karena itu, acara promosi wisata dan produk kerajinan Indonesia yang dikemas dalam acara Enchanting Indonesia 3 ini melibatkan tiga perusahaan batik besar, Batik Danar Hadi, Batik Keris, dan Batik Semar. "Kita sudah memasuki jaman serba massal. Oleh karena itu, usaha batik tak cukup dengan kerajinan batik tulis. Harus ada industri batik yang tumbuh menjulang. Kami mau mengawalinya dari Singapura," tuturnya.

Mufti mengatakan, penampilan SBC yang kedua ini bertema topeng dengan tiga karakter, karakter panji atau ksatria, kelana atau amarah, dan gecul atau badut. "Selain berlatih di Pendapi Gedhe, Solo, dua bulan sebelum tampil, kami mengikuti lokakarya tentang cara merias diri, memilih, dan membuat kostum serta cara berbusana, berjalan, berkomunikasi dengan penonton serta menghidupkan suasana, mendalami satu diantara tiga karakter topeng," ujar Ragowo Ade yang masih kuliah di Universitas Muhammadiyah, Solo, Jawa Tengah. Tak heran, selama penampilan mereka di Enchanting Indonesia 3, mereka menjadi bintang acara. Setiap mereka melihat kamera mengarah kepada mereka, dengan spontan mereka pasang aksi bak foto model tanpa menghilangkan kesan luwes dan ramah di tengah kerumunan para pengunjung.

Masih defisit

Enchanting Indonesia 3 juga menyajikan sejumlah tarian daerah dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Jogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka tampil dengan bermacam busana tari daerah berkualitas tinggi yang membuat pengunjung berdecak kagum. Salah satu kesenian daerah yang mendapat sambutan hangat adalah kesenian reog yang dibawakan Reog Sadupi (Duta Perdamaian Indonesia) dari Wonogiri, Jawa Tengah.

Reog yang dibentuk tahun 80-an oleh Bupati Wonogiri, Begug Purnomosidi ini, telah beberapa kali tampil di luar negeri seperti di Albert Hall, Inggris, di Belanda, Jerman dan Prancis. Menurut Jubir Reog Sadupi, Nyonya Ida Erawati, setelah Malaysia mengklaim reog sebagai kesenian tradisional Malaysia, undangan manggung ke luar negeri di kalangan kelompok kesenian reog, meningkat, termasuk undangan untuk Reog Sadupi.

Menurut Wardana, antusias masyarakat Singapura terhadap acara promosi wisata dan industri kerajinan Indonesia ini terus meningkat. Jika Enchanting Indonesia yang pertama dikunjungi 22.000 turis dalam dua hari, maka Enchanting yang kedua dikunjungi 30.000 turis. Melihat hal ini, KBRI berniat membuat acara ini menjadi acara rutin setiap tahun pada bulan Juli.

"Kami sengaja memilih lokasinya di tengah kawasan perbelanjaan agar mudah menarik minat warga atau turis asing di Singapura. Target kami meraih pasar turis menengah. Selain secara kuantitas lebih menjanjikan, pelayanannya pun lebih sederhana sehingga modal untuk menggerakkan usaha wisata bisa lebih kecil. Prinsip saya, kalau ingin mengembangkan industri, mulailah dengan segala hal yang bersifat massal. Demikian pula industri pariwisata kita," ucap Wardana.

Ia mengakui, sampai sekarang, soal perolehan devisa dari sektor ini, Indonesia masih defisit terhadap Singapura. Jika setiap tahun Singapura mampu menarik wisatawan Indonesia sebanyak 1,7 juta orang, maka Indonesia baru mampu menarik wisatawan Singapura ke Indonesia sebanyak 1,4 juta orang. Meski demikian ia mengingatkan, dari 6,6 juta turis asing yang ke Indonesia tahun 2007, 1,4 juta di antaranya berasal dari Singapura. Singapura sendiri setiap tahun mampu mendatangkan 10 juta turis asing sementara Malaysia sudah mencapai 22 juta.

Wardana berharap, industri pariwisata nasional dan sejumlah industri ikutannya bisa terdorong oleh hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Singapura, sebab, bagi Indonesia, Singapura adalah kawasan strategis untuk menangguk turis dari negara lain.

Sumber : http://travel.kompas.com

Sejumlah Danau di Indonesia Terancam Hilang

(ANTARA News) -Keberadaan sejumlah danau di Indonesia sudah mengkhawatirkan, di antaranya Danau Tempe di Sulawesi Selatan dan Danau Limboto di Gorontalo yang terancam hilang.

"Misalnya laju sedimentasi Danau Tempe yang mencapai 1-3 cm per tahun akan mengakibatkan danau ini menghilang di musim kering pada tahun 2018," kata Deputi Peningkatan Konservasi Sumber Daya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Masnellyarti Hilman, yang mendampingi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar dalam jumpa pers tentang danau di Jakarta, Selasa.

Sedangkan Danau Limboto yang pada 1972-2002 laju penyusutan luasnya mencapai 50 hektare per tahun dan laju sedimentasi sampai 1,5-50 cm per tahun akan berubah menjadi kawasan rawa dan hanya menjadi danau legenda pada 2034, ujarnya.

Sumber : http://www.antaranews.com

"Jika kerusakan lahannya tidak segera direhabilitasi dan limbah domestik yang dibuang ke dalamnya tidak dikendalikan, danau ini akan sangat mengkhawatirkan. Apa lagi Danau Limboto bahkan sudah dikapling-kapling oleh masyarakat," katanya.

Sedangkan di Danau Maninjau di Sumatera Barat terjadi kematian massal ikan seberat 13.413 ton dan menyebabkan kerugian Rp150 miliar pada akhir 2008 akibat semakin banyaknya keramba ikan jaring apung yang mencemari danau, ujarnya.

Pencemaran danau, menurut dia, kebanyakan disebabkan sisa pakan ikan dan limbah domestik dari pemukiman yang masuk ke danau sehingga air danau tidak lagi memenuhi baku mutu air kelas dua dan menyebabkan terjadinya eutropikasi seperti "blooming" eceng gondok.

Selain itu, lanjut Nelly, sejumlah danau juga mengalami masalah dalam fungsinya sebagai daerah tangkapan air akibat kerusakan hutan di sekitarnya yang menyebabkan sedimentasi di dasar danau.

Misalnya Danau Rawa Pening di Jawa Tengah yang vegetasi hutannya tinggal 3,9 persen dan lahan kritisnya sampai 24 persen serta Danau Toba di Sumut yang vegetasinya tinggal 12 persen dan lahan kritisnya 23 persen.

Bahkan Danau Rinjani, Sentarum, dan Danau Dendam sudah tak ada lagi vegetasi di sekitarnya.

Sementara itu, Menteri LH Rachmat Witoelar mengatakan, untuk mewujudkan langkah pengendalian pencemaran dan kerusakan danau, pihaknya akan menyelenggarakan Konferensi Nasional Danau Indonesia (KNDI) pada 13-15 Agustus di Bali.(*)

Labuhan Merapi Kembali Digelar

SLEMAN--MI: Upacara adat labuhan Gunung Merapi akan kembali di gelar di rumah juru kunci gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Marijan di Dusun Kinahrejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman,Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Labuhan Gunung Merapi yang merupakan upacara adat fenomenal diadakan setiap tanggal 30 Rajab (penanggalan Jawa) setiap tahunnya, kembali digelar Kamis dan Jumat (23-24 Juli) di rumah juru kunci gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Marijan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Dwi Supriyatno, Rabu (22/7).

Menurut dia, upacara adat labuhan Gunung Merapi merupakan rangkaian yang dilaksanakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

"Kegiatan ini dalam rangka peringatan jumenengan Ndalem (naik tahta) Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diselenggarakan setiap tanggal 30 bulan Rejeb penanggalan Jawa," katanya.

Ia mengatakan, menurut legenda pelaksanaan labuhan Merapi berkaitan erat dengan latar belakang cerita rakyat setempat yaitu Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Mbah Nyai Gadhung Wikarti dan Kyai Megantoro yang kesemuanya sebagai penguasa di Gunung Merapi.

"Prosesi labuhan Gunung Merapi diawali pada hari Kamis mulai pukul 13.00 WIB dengan pementasan karawitan dilanjutkan dengan kirab prosesi penyerahan ubarampe (perlengkapan) labuhan yang diiringi bregada dan kelompok kesenian," katanya.

Pembukaan secara resmi dilangsungkan pada pukul 15.00 WIB meliputi laporan panitia, sambutan Wakil Bupati Sleman dilanjutkan dengan fragmen labuhan merapi dan defile kesenian.

"Pada pada malam harinya dilangsungkan kenduri wilujengan, tirakatan dan pentas wayang kulit. Sedangkan pada Jum'at mulai pukul 06.00 - 11.00 WIB dilangsungkan acara labuhan Gunung Merapi berupa arakan ubarampe dari rumah Mbah Marijan menuju Bangsal Sri Manganti di Kendit Merapi (batas vegetasi).

Ia menambahkan, labuhan Gunung Merapi merupakan event tahunan yang cukup besar dan melegenda sehingga diperkirakan akan mendatangkan ribuan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Upacara adat ini selalu menarik minat wisatawan yang akan melihat secara langsung ritual upacara adat yang masih kental kesakralannya di kalangan masyarakat setempat," katanya. (Ant/OL-01)

Sumber : http://www.mediajalanjalan.com

Tujuh Negara Ramaikan Lomba Perahu Naga

PADANG--MI: Tujuh negara dipastikan ikut dalam Lomba Perahu Naga Internasional (Dragon Boat) ke-VII yang digelar Pemerintah Kota Padang Sumatra Barat (Sumbar) di Banda Bakali (Kanal) GOR H Agus Salim Padang pada 31 Juli - 2 Agustus 2009.

Tujuha negara tersebut yakni Filipina, Malaysia, China, Makau, Hongkong, Singapura, dan Brunei Darussalam.

"Dari kontak terakhir diperoleh pihak panitia, total peserta asing yang ikut berlomba mencapai 14 tim," kata Ketua Panitia Pelaksana Lomba Dayung Perahu Naga Internasional (Dragon Boat) ke-VII Padang, Firdaus Ilyas, di Padang, Rabu (22/7).

Selain peserta asing, ajang wisata yang digelar dalam rangka HUT ke-339 Kota Padang itu juga diramaikan pendayung asal 21 Provinsi di Indonesia. "21 tim PODSI se Indonesia, sudah memastikan ikut berlaga, ditambahkan dengan puluhan peserta asal kesatuan khusus, seperti Lantamal, Pangarmabar, dan lain-lain," katanya.

Dia mengatakan, dalam ajang lomba perahu naga internasional ke VII ini, tim panitia menampilkan kelas baru bernama Mix-Class. Yakni, kelas perlombaan baru yang diikuti pendayung campuran (lelaki dan perempuan) pada satu perahu.

"Kelas ini, justru disetujui panitia pusat masuk dalam kategori perlombaan bukan eksebisi," katanya.

Kota Padang menggelar Lomba Perahu Naga tingkat nasional sejak Tahun 2002, dan kini sudah menjadi agenda rutin dari Persatuan Perahu Naga Dunia (IDBF). Lomba ini memiliki beberapa jenis ketegori pertandingan, di antaranya, Perahu Naga dengan pendayung 10, 20, dan 22 orang, dengan jarak tempuh (race) 200 meter, 250 meter, 500 meter, dan 1.000 meter. (Ant/OL-01)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Situs Kerajaan Melayu Terancam

Tanjung Pinang, Kompas - Situs Istana Kota Lama di hulu Sungai Riau, yang merupakan bekas pusat Kerajaan Melayu di Kepulauan Riau, terancam rusak karena kegiatan pertambangan. Padahal, kawasan arkeologis bernilai sejarah tinggi itu masih dalam penelitian.

Kawasan situs kini berupa tembok setinggi 3 meter. Ada pula tembok setinggi 1 meter sepanjang 1 kilometer terbuat dari batu karang dan semacam batu candi. Di sekitar situs hanya ada pepohonan dan alang-alang serta tak ada permukiman penduduk. Hanya berjarak sekitar 150 meter dari situs utama inilah akan beroperasi pertambangan bauksit.

Kondisi itu terpantau dalam kegiatan Arung Sejarah Bahari Ke-4 yang dilaksanakan ketika menyusuri berbagai situs peninggalan bersejarah di Kota Tanjung Pinang, Rabu (22/7). Program Arung Sejarah Bahari yang diikuti sekitar 100 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata dengan Departemen Pendidikan Nasional.

Fitra Arda, Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batu Sangkar (Kepulauan Riau), Sumatera Barat, dan Riau, mengatakan, keberadaan perusahaan pertambangan itu bisa merusak situs arkeologi di sekitar kawasan cagar budaya Istana Kota Lama. ”Kami sudah mempertanyakan masalah itu kepada pihak yang terkait dengan pertambangan, tetapi jawabannya tak memuaskan,” kata Fitra.

Menurut Fitra, kawasan cagar budaya Istana Kota Lama akan dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah oleh Pemerintah Kota Tanjung Pinang. Ada rencana untuk bisa membangun kembali istana tersebut pada tahun 2009 ini.

Akan tetapi, pemugaran dan pembangunan istana sampai sekarang belum bisa dilakukan karena belum ada data detailnya. Selain itu, penggalian juga belum dilakukan karena status lahan yang masih dimiliki masyarakat.

”Kami baru melakukan survei tampak permukaan. Untuk membangun kawasan wisata bisa dilakukan, tetapi di zona pengembangan,” ujar Firda.

Izin dari pusat

Firda menjelaskan, bisa saja di kawasan pertambangan bauksit yang sedang dalam tahap persiapan itu terdapat situs peninggalan Kerajaan Melayu karena lokasinya cukup dekat dengan situs Istana Kota Lama.

Abdul Kadir Ibrahim, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, mengatakan, Istana Kota Lama merupakan pusat Kerajaan Johor Pahang Lingga sekitar tahun 1673 di hulu Sungai Riau (dulu Sungai Carang). Lokasinya ada di lahan seluas 20 hektar-23 hektar. Namun, baru 10 hektar yang dibebaskan pemerintah setempat.

Dalam rencana Pemerintah Kota Tanjung Pinang, situs itu akan menjadi obyek wisata baru. Selain akan merekonstruksi istana yang ditargetkan bisa selesai tahun 2012, di sana juga akan dikembangkan sebagai kawasan wisata hutan bakau.

Ketika mahasiswa mempertanyakan mengapa perusahaan pertambangan bisa diizinkan beroperasi di dekat kawasan cagar budaya, Abdul mengatakan, izinnya dari pemerintah pusat. Berdasarkan informasi, persiapan penggalian bauksit yang diekspor ke Jepang untuk dipakai membuat aluminium itu dilakukan sejak pertengahan 2008.

Ismeth Abdullah, Gubernur Kepulauan Riau, menegaskan, kegiatan pertambangan tidak boleh mengalahkan kepentingan kebudayaan atau pariwisata. ”Kebudayaan mesti dinomorsatukan. Perusahaan itu mesti dipindahkan,” kata Ismeth.

Raja Malik Hafrizal, Ketua Pusat Maklumat Kebudayaan Melayu Pulau Penyengat, mengatakan, izin pertambangan itu harus ditinjau ulang dan dicabut. Situs tersebut tidak boleh rusak karena bukti sejarah yang penting bagi Kepulauan Riau.

”Kerajaan Riau itu pengaruhnya juga besar pada masa kejayaannya. Sebagai peninggalan sejarah, tentu saja harus dijaga. Kegiatan yang mengancam keberadaan situs mesti dihentikan,” ujar Malik. (ELN)

Sumber : http://koran.kompas.com

Warga Padati Pantai Tanjung Pinggir

BATAM (BP) - Meski cuma liburan sehari untuk memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, ribuan warga Batam memanfaatkan waktu mereka bersantai di pantai. Seperti yang terlihat di Pantai Tanjung Pinggir Sekupang, kemarin (20/7). Pantauan Batam Pos, Senin (20/7) para pengunjung berasal dari berbagai kalangan mulai anak-anak hingga dewasa serta kaum tua. Para anak-anak didampingi orangtua masing-masing. Mereka asyik berenang dan bercanda di pantai.

Salah satu pengunjung, Ny Sutrisnawati asal Bengkong Indah mengatakan, tidak pernah beralih ke tempat lain kalau liburan, karena Pantai Tanjung Pinggir, selain bersih juga sudah dekat dihati anak-anaknya.

”Berenang dan kumpul bareng keluarga menjadi harta yang mahal bagi mereka. Karena pada hari biasa, saya dan papanya anak-anak sibuk bekerja,” ujar ibu dari empat anak ini. Selain anggota keluarga, ada juga yang datang berombongan dari satu perkumpulan. Seperti yang diadakan jemaat GKPS Seipanas. Memanfaatkan hari libur, mereka mengadakan retreat sekaligus menjalin silaturahmi dan kekompakan sesama jemaat. ”Senang bisa kumpul rame-rame di sini, apalagi view-nya laut yang diseberang sana ada Singapura dengan gedung bertingkatnya,” ujar Leny,36.

Para pengunjung yang lain juga membawa makanan dari rumah, tikar, dan alat mainan sendiri. Mereka ada yang membakar jagung, memanggang udang, dan ada pula yang tinggal menikmati makanan yang telah dipersiapkan sebelumnya dari rumah.

Pelabuhan Internasional Sekupang Sepi
Sementara itu, di Pelabuhan Internasional Sekupang tampak tidak seperti biasanya. Pelabuhan ini sangat sepi dan bisa dihitung berapa jumlah mobil yang parkir serta warga yang hilir mudik di sana. Seperti pernyataan beberapa supir taksi pelabuhan, akhir-akhir ini terjadi penurunan intensitas penumpang baik yang datang maupun yang pergi lewat pelabuhan ini.

”Sepi, sudah tiga hari sejak kejadian bom di Jakarta. Warga Singapura malas datang ke Batam, demikian juga sebaliknya, warga Batam sudah bosan sepertinya ke Singapura,” ujar salah seorang supir taksi pelabuhan, Nursal, 44 kepada Batam Pos di Sekupang, Senin (20/7).

Nursal mengatakan, liburan kali ini, biasanya warga Batam banyak yang pergi ke Singapura, namun sekarang mereka lebih memilih di rumah atau menikmati liburan di objek wisata yang ada di Batam saja seperti ke pantai. Akibatnya pendapatan mereka pun berkurang. ”Biasanya, pukul 10.00 WIB, paling tidak kita sudah dapat setoran, namun hingga pukul 12.30 WIB begini kita belum juga dapat setoran satu pun,” keluhnya. (c/uma)

Sumber : http://batampos.co.id

Kamis, 23 Juli 2009

Kalteng Tawarkan Wisata Sungai Sekonyer

Palangkaraya - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menawarkan Sungai Sekonyer di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) untuk wisata petualangan.

"Sungai Sekonyer, sebuah obJek wisata yang potensial, karena itu potensi tersebut akan dikembangkan," kata Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kalteng Aida Meyarti di Palangkaraya, Kamis (16/7).

Menurut Aida Meyarti, sungai Sekonyer sudah sering dikunjungi wisatawan mancanegara. Sungai Sekonyer merupakan jalur transportasi sungai ke areal TNTP yang di dalamnya terdapat lokasi rehabilitasi satwa langka orang utan.

Kelebihan Sungai Sekonyer dibandingkan sungai lain adalah pemandangan alam lingkungan yang indah dan terdapat spisis binatang yang unik dan menarik.

Di Sungai Kumai yang merupakan bagian dari jalur Sungai Sekonyer terdapat jenis pesut selain itu juga terdapat satwa yang disebut masyarakat setempat sebagai satwa 'dugong-dugong'.

Dugong-dugong juga dikenal sebagai sapi laut, karena habitatnya adalah areal rumput laut di muara sungai.

Selain itu perjalanan jalur sungai sekonyer dengan kelotok (perahu motor tempel) wisata, perjalanan akan melalui kawasan mangrove didominasi pohon bakau (rhizophora spp), pohon pidada (Sonneratia spp) yang menumbuhkan akar napas (pneumatophore). Pohon lain dijalur wisata itu adalah kendeka (Bruguiera spp), serta pohon nirih (Xylocarpus spp).

Mengutip sebuah catatan sejarah, Aida Meyarti menjelaskan, Sungai Buaya adalah nama asli Sungai Sekonyer, nama Sikonyer diambil dari nama sebuah kapal yaitu kapal Sikuner. Nama asli kapal tersebut diubah berdasarkan bahasa Melayu menjadi Sekonyer.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, di muara Sungai Buaya berlabuhlah sebuah kapal perompak atau bajak laut. Kapal itu tenggelam tepat di muara Sungai Buaya karena ditembak oleh seorang bernama Bujang dengan sebuah meriam kecil bernama 'palembang' milik seorang tokoh agama Islam 'Kyai Gede'.

Meriam hanya dapat ditembakkan oleh keturunan Kyai Gede atau salah seorang suku keturunan Dayak Gambu, oleh penduduk sekitar kemudian nama Sekonyer ini sering dipakai untuk menyebut nama asli dari Sungai Buaya itu.

Perjalanan jalur sungai ini memudian menemui kawasan tanaman nipah (Nypa fruticans Wurmb) lalu kawasan pohon rasau, kemudian terus ke Tanjung Harapan Desa Sekonyer, Pesalat tempat pendidikan konservasi, wisata Pondok Tanggui, Pondok Ambung, Muara Ali, Danau Panjang hingga camp Leakey lokasi rehabilitasi orangutan. (Ant/OL-01)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Taman Nasional Komodo Finalis 7 Keajaiban Dunia Bernuansa Alam

Jakarta - New 7 Wonders Foundation menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu dari 28 finalis tujuh keajaiban dunia bernuansa alam setelah menyisihkan sekitar 440 nominasi dari 220 negara.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) yang bertindak sebagai Komodo National Park Official Supporting Committee dalam siaran persnya, Rabu (22/7), menyatakan penetapan Tanam Nasional Komodo sebagai finalis diputuskan New 7 Wonders Foundation pada Selasa (21/7).

Oleh karena itu Depbudpar akan mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia untuk berpartisipasi aktif memberikan suara kembali untuk mendukung Taman Nasional Komodo dalam kampanye New 7 Wonders of Nature.

Diharapkan taman nasional yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dapat terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia bernuansa alam yang akan ditentukan pada 2011.

Pada tahap final kampanye New 7 Wonders of Nature, ke-28 finalis akan bersaing kembali tanpa memperhitungkan peringkat dan jumlah suara pada tahap sebelumnya. Seluruh masyarakat Indonesia dan dunia yang telah memberikan suara pada tahap I dan II (sebelum 7 Juli lalu), diharapkan memberikan suara kembali pada tahap III (final).

Pemberian suara dapat dilakukan melalui website http://www.new7wonders.com atau melalui telepon (SLI) +41 77 312 4041. Setelah pesan selesai dan terdengar bunyi beep tekan kode 7717 untuk memilih Taman Nasional Komodo.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dan dunia yang telah mendukung Taman Nasional Komodo dalam kampanye New 7 Wonders of Nature Tahap I dan II hingga 7 Juli lalu. (RO/OL-01)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com

Indonesia Harus Kembangkan Wisata Alam

Jakarta - Alam Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar. Kini saatnya untuk mengembangkan potensi-potensi alam tersebut. Sesuai dengan kebijakan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata secara nasional di Indonesia, Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia (APAI) mengadakan seminar bertajuk "Kebijakan, Tantangan, dan Peluang Pariwisata Alam Indonesia" di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta pada tanggal 21-22 Juli 2009.

"APAI memandang perlu agar seluruh stakeholder yang terkait dengan Pariwisata Alam di Indonesia untuk duduk bersama dan membahas kebijakan di dalam pengembangan Pariwisata Alam Indoensia ke depan," ujar David Makes, Ketua Asosiasi Pariwisata Alam Indonesia.

Lebih lanjut lagi, ia menambahkan, banyak tantangan dan kendala di lapangan yang perlu segera diantisipasi agar kesempatan yang ada bagi kemajuan Pariwisata Alam Indonesia tidak terhambat dan tidak direbut oleh negara-negara lain. Pariwisata yang baik memerlukan regulasi yang baik pula.

Seminar yang diadakan selama dua hari ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan dan menyatukan persepsi atas Pariwisata Alam Indonesia serta mendukung setiap kegiatan investasi dan pengembangannya. Di dalamnya harus ada koordinasi yang terus menerus antara investor dan pemerintah. "Pariwisata Indonesia adalah tulang punggung yang akan dikembangkan oleh pemerintah," ujar Tonny Rakhmat Soehartono, M.Sc., Direktur PJLWA.

Pemerintah Indonesia memandang pariwisata sebagai sektor strategis dalam pembangunan nasional. Pada tahun 2008, sektor pariwisata berada pada peringkat ketiga penyumbang devisa terbesar dengan menghasilkan 7,37 dollar AS yang diperoleh dari kedatangan 6,4 juta wisatawan mancanegara.

"Seminar ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengingatkan kembali seluruh stakeholdernya akan tanggung jawabnya atas potensi Pariwisata Alam Indonesia agar dapat bermanfaat bagi negara dan bangsa secara berkelanjutan," jelas David Makes. M6-09

PBB: Indonesia Aman!

Jakarta - Organisasi Turisme Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations World Tourism Organisation meyakinkan dunia bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi aman. Dalam waktu dekat, Sekretaris Jenderal UNWTO akan berkunjung ke Indonesia guna membuktikan bahwa Indonesia, terutama Jakarta, tetap aman dikunjungi.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Sekjen UNWTO Asia-Pasifik Xu Jing kepada para wartawan lokal dan asing di Jakarta, Rabu (22/7). "Kami melihat bahwa Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah serius guna mengurangi efek negatif dari aksi serangan terorisme," ujar Xu Jing. Xu Jing juga memuji langkah-langkah Indonesia dalam mengatasi aksi terorisme yang terjadi.

Indonesia, kata Xu Jing, telah berpengalaman mengatasi imbas dari Bom Bali I, Bali II, Marriott I, Marriott II, dan lainnya. Dengan demikian, Xu Jing mengatakan, UNWTO berkeyakinan turisme Indonesia segera pulih dalam waktu cepat.

Indonesia, kata Xu Jing, tetap menjadi tujuan wisata primadona bagi turis mancanegara. Sebagai contoh, paruh pertama tahun 2009, jumlah wisman yang mengunjungi Bali melonjak sembilan persen. Padahal, kunjungan wisman ke negara-negara lain di dunia rata-rata merosot sekitar delapan persen. Melalui kesempatan itu pula, Xu Jing mengatakan, UNWTO mengutuk aksi terorisme di Kuningan. "Serangan terorisme terhadap tamu yang tak bersalah adalah tindakan yang pengecut. Tidak ada tempat bagi aksi terorisme di sektor pariwisata," ujar Xu Jing. (Hin)

Sumber: http://travel.kompas.com

Rabu, 22 Juli 2009

Teater Tari Pangkur Brujul Sahita di Bentara Budaya Jakarta

Jakarta - Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kamis (23/7) malam, pukul 20.00 WIB, mementaskan teater tari yang memikat dari lima perempuan seniman Wahyu Widayati (koreografer), Sri Lestari, Dri Setyoasih, Atik kenconosari, dan Ira Kusumorasri, yang tergabung dalam Sahita.

Menurut Ketua Pengelola BBJ, Paulina Dinartisti, penampilan Sahita selalu memikat penoton. Mereka punya disiplin tari yang ketat dan modal berteater yang kuat, serta kemampuan vokal yang baik. Mereka menafsirkan berbagai persoalan sejak pribadi sampai sosial, dan mewujudkannya di dalam garapan teater tari yang memikat, katanya, Rabu (22/7) di Jakarta.

Semangat kebebasan mereka, lanjut Dinartisti, terasa menonjol di dalam menggunakan berbagai perangkat seni, sehingga sajian mereka terasa segar. Semua itu lahir dari desain adegan yang efektif, unsur gerak tubuh yang luwes, bahkan juga ketika tengah membawakan tingkah keseharian. (Nal)

Sumber: http://oase.kompas.com

Pengamanan "Festival Krakatau" Ditingkatkan

Bandarlampung - Polda Lampung menambah personel keamanan pada "Festival Krakatau XIX" di Lampung, 25-29 Juli, pascapengeboman di kawasan Mega Kuningan Jakarta pada Jumat (17/7) lalu.

"Jumlah personel untuk mengamankan Festival Krakatau memang kami tambah dari tadinya berjumlah 400 personel menjadi 600 personel, dari tiga unsur masing-masing Polda Lampung, Poltabes Bandarlampung, dan Polres Lampung Selatan," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi Polda Lampung, AKBP Zulhami, di Bandarlampung, Selasa.

Ke-600 personel itu, kata dia, akan melaksanakan pengamanan dengan pola pengamanan terbuka, tertutup, melekat dan pengawalan, khususnya kepada 15 duta besar yang sudah memastikan diri akan hadir dalam festival itu.

"Tidak ada pengamanan yang terlalu istimewa, kecuali untuk Duta Besar Amerika Serikat yang meminta pengamanan khusus, dan masih akan kami bicarakan bagaimana bentuk pengamanannya itu," kata dia.

Secara umum, dia mengatakan, Polda Lampung akan memaksimalkan peran intelkam untuk memantau perkembangan dan situasi selama Festival Krakatau XIX berlangsung.

Meski demikian, dia mengatakan kondisi keamanan di Provinsi Lampung aman dan kondusif untuk pelaksanaan Festival Krakatau XIX.

Hal senada juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung, Erwin Nizar.

"Situasi di Lampung aman, bahkan kami mendapat laporan tidak terjadi eksodus atau pengurangan jumlah kunjungan di Tanjung Setia, Lampung Barat, dan Taman Nasional Way Kambas, pascabom kuningan," kata Erwin.

Dia mengatakan, Festival Krakatau XIX, yang akan berlangsung pada 25-29 Juli 2009, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, dengan beberapa program unggulan, yaitu tur Gunung Krakatau di Selat Sunda, pawai budaya di Bandarlampung dan Krakatau Night.

Meski demikian, pada tahun ini, para turis dan duta besar yang diundang mendapatkan satu jadwal acara tambahan, yaitu kunjungan ke Pulau Bule dan Tambling Nature Wildlife Centre (TNWC), milik Tommy Winata.

"Saat kunjungan ke Pulau Bule, para turis akan mendapatkan suguhan berupa ekspose potensi daerah Lampung, dan ekspose Jembatan Selat Sunda," kata dia.

Dana yang digelontorkan untuk kegiatan itu pada tahun 2009 sebesar Rp800 juta, dan diolah sepenuhnya oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung.

Hingga Selasa (21/7), sebanyak 15 duta besar memastikan diri akan hadir pada festival itu, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Rumania, Portugal, Turki, Filipina, Hongaria, Polandia, Singapura, Yunani, Slovakia, Thailand, Libanon, Bosnia, Suriname, Afganistan, dan Palestina. (Ant)

Sumber: http://oase.kompas.com

Festival Erau di Tengah Flu Babi dan Teror Bom

Festival Adat Erau Tempong Tawar 2009 tinggal menghitung hari. Dua isu besar, flu A H1N1 dan teror bom Jakarta menguntit perjalanan menuju pembukaan Erau, 26 Juli 2009 nanti. Bagaimana antisipasinya?

SATU penderita positif flu babi (A H1N1) terdapat di Kaltim. Penularan flu ini antarmanusia sempat dikhawatirkan mengganggu pelaksanaan Festival Adat Erau Tempong Tawar 2009 di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) 26 Juli – 3 Agustus 2009 nanti.

Namun, ancaman flu ini ditepis Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar dr H Abdurrachman. Setelah isu flu babi mereda, ada lagi teror bom di Jakarta yang kembali mengancam pelaksanaan Erau. Target jumlah wisatawan sebanyak 5 ribu dikhawatirkan tak tercapai, terutama wisatawan asing.

Namun, Kepala Disbudpar Kaltim Firminus Kunum tetap optimistis, jumlah itu akan tercapai. “Belum bisa dipastikan, jika teror bom akan membuat jumlah wisatawan menurun. Makanya, kami tetap optimistis. Apalagi, undangan bagi menteri dan kedutaan besar dari negara-negara tetangga sudah disebar. Belum ada juga yang menyatakan tidak hadir,” ungkapnya.

Ditambahkan, efek teror bom itu juga tidak selalu berdampak negatif bagi Kaltim. “Siapa tahu juga, wisatawan yang ingin berlibur ke Jakarta mengurungkan niatnya dan beralih ke Kaltim. Bisa jadi juga ‘kan?” kata Firminus.

Untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan, Disbudpar juga terus melakukan promosi. Seperti, memasang poster-poster Erau di bandara, baik di Jakarta, maupun Balikpapan. Promosi juga dilakukan lewat media cetak dan elektronik. “Di surat kabar nasional, kami juga mempromosikan Erau,” terang Firminus.

Untuk persiapan Erau, sambungnya, juga semakin dimatangkan. Setelah rapat bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Penjabat Bupati Kukar Sjachruddin bersama instansi terkait, pekan lalu, panitia juga menggelar rapat persiapan di Tenggarong.

Daya tarik Erau kali ini, dipastikan lebih berwarna. Apalagi, 7 kabupaten kota yang dulunya berada di bawah kekuasaan kerajaan Kutai ikut ambil bagian. Yakni, Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Bontang. Masing-masing kabupaten kota akan menampilkan kesenian sepanjang pelaksanaan Erau.

Sebagai tambahan, Erau masuk dalam kalender wisata Kaltim. Di mana tahun ini, dijadikan sebagai Visit Kaltim Year 2009. Ditargetkan, 25 ribu wisatawan asing dan 1,5 juta wisatawan bisnis dan lokal mampir ke Kaltim. Perkiraan uang yang berputar dari sektor ini juga tidak kecil, diperkirakan mencapai Rp 500 miliar tahun ini.

Untuk mendukung Visit Kaltim Year 2009, saat ini Disbudpar Kaltim melengkapi fasilitas pendukung di beberapa objek wisata unggulan. Di antaranya, Pantai Manggar Segara Sari di Balikpapan, objek wisata sejarah di Kutai Kartanegara, serta beberapa objek wisata budaya di Samarinda dan Kutai Barat.

BELUM DIBATALKAN
Sementara Sekretaris Umum Panitia Erau H Fachruddin menjelaskan, sampai saat ini pihak panitia belum menerima pemberitahuan secara lisan maupun tertulis dari para undangan terutama kedutaan besar (Kedubes) luar negeri bersama tim kesenian mereka yang akan datang memeriahkan Erau untuk batal hadir pada pesta adat nasional ini.

“Kami belum menerima pemberitahuan pembatalan kedatangan dari para undangan, baik kedubes juga rombongan lainnya ke Tenggarong sampai hari ini (kemarin). Terus terang kami sangat berharap mereka tetap hadir meski saat ini ramai dibincangkan masalah teror bom,” ucap Fachruddin.

Para kedubes yang diundang tersebut antara lain dari Belanda, Jepang dan Inggris. Tak hanya duta besar, panitia Erau juga mengundang tim kesenian dari ketiga negara tersebut untuk memeriahkan Erau. “Alhamdulillah meski saat ini di beberapa daerah keamanan diperketat, tapi untuk pelaksanaan Erau di Tenggarong tetap jalan seperti biasa. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak keamanan karena kami tak ingin pelaksanaan Erau ada gangguan terutama kepada turis mancanegara,” paparnya.

Ditambahkan Fachruddin, panitia Erau melibatkan seluruh petugas keamanan darat dan air yang ada di Kukar selama pelaksanaan berlangsung, mulai dari Polres Kukar, Kodim 0906/Tgr sampai Satpol PP Pemkab Kukar. Untuk pengamanan di air Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar sudah siap menjalankan tugasnya. “Yang pasti semua berjalan sesuai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) masing-masing,” tegasnya.

Secara terpisah, Kapolres Kukar AKBP Dono Indarto SIK menyatakan pihaknya sudah membuat rencana pengamanan selama Erau berlangsung. “Tapi mengenai jumlah personel yang akan diturunkan belum bisa dipastikan, kami masih merapatkan dulu hal ini,” sebut Dono Indarto. (fel/alv)

Sumber: http://www.kaltimpost.web.id

Kesenian Samarinda Siap Tampil

PESTA Adat Erau Tempong Tawar 2009 yang akan dibuka Menteri Pariwisata dan Budaya Jero Wacik di Stadion Madya kecamatan Tenggarong seberang minggu 26 Juli 2009 akan disaksikan duta-duta besar mancanegara.

Tidak hanya itu perayaan tersebut juga ternyata memberikan manfaat tersendiri bagi semua daerah yang akan ikut memeriahkan festival erau adat, baik melalui expo erau 20009 dan lainnya.

Bahkan adanya festival erau adat tempong tawar tersebut juga akan memberikan manfaat tersendiri bagi 7 kabupaten/kota di Kaltim, salah saatunya Kota Samarinda. Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Samarinda menyebutkan bahwa, perayaan pesta erau adat tempong tawar 2009 di Kukar, akan memberikan banyak manfaat bagi samarinda diantaranya, para pengunjung dari luar daerah maupun mancanegara tidak menutup kemuungkinan akan banyak menginap di hotel-hotel berbintang sampai penginpan lainnya di Samarinda.

"Samarinda sangat menyambut baik akan perayaan pesta adat erau di Tenggarong, dan akan memberikan banyak manfaat bagi kota samarinda khususnya bagi para pengunjung baik luar maupun mancanegara yang akan menyaksikan erau 2009 di Tenggarong, dengan menginap di hotel maupun penginapan lainnya di Samarinda," kata Robby belum lama ini saat menghadiri rapat koordinasi persiapan erau adat di lantai II Kantor Gubernur, Samarinda.

Bahkan kesenian Kota Samarinda sendiri juga ikut ambil bagian dalam meramaikan festival erau adat 2009 di Tenggarong, dengan menampilkan berbagai macam kesenian pada malam kesenian yang telah dijadwalkan bersaama PPU, dan Kukar akan menampilkan berbagai tarian budayanya masing-masing tepatnya Selasa 28 Juli 2009 pukul 20 sampai selesai di malam kesenian yang berlokasi di Pentas Terbuka Depan BPR Bepede Tenggarong. Kemudian malam berikutnya dilanjutkan dengan penampilan dari Bontang, Balikpapan, Kubar dan Kutim ramaikan malam kesenian. (hmp15)

Sumber: http://www.sapos.co.id

Senin, 20 Juli 2009

Tahun Ini Era Baru Kelahiran YGF

Oleh : Lukas Adi Prasetya

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Menyambut Yogyakarta Gamelan Festival (YGF), Rabu (15/7) sore tadi dilakukan tumpengan di Gayam16, Yogyakarta. YGF ke-14 tahun ini akan dilangsungkan pada Kamis (16/7) hingga Sabtu (18/7).

Ari Wulu, putra almarhum Sapto Rahardjo (penggagas YGF), mengatakan, YGF kali ini mau tidak mau memang sudah kehilangan Sapto yang mengawal 13 kali penyelenggaraan YGF. Sapto meninggal akhir Februari lalu akibat sakit di usia 54 tahun.

"Serasa ada yang hilang, memang. Namun saya dan teman-teman melihat bahwa ini juga era baru kelahiran YGF. YGF akan terus diadakan, sepanjang kita mau mengadakan. Dan saya yakin akan hal itu. YGF layak diperjuangkan," ujar Ari, yang menggeluti musik elektronik ini.

Pembukaan YGF akan dilangsungkan Kamis malam besok pukul 19.00 di Taman Budaya Yogyakarta (TBY). Mengiringi acara itu, dibuka pula pameran Tribute to Sapto Rahardjo yang antara lain menampilkan 54 foto Sapto di berbagai aktivitas.

Sumber : http://oase.kompas.com



WWF Tawarkan Konsep Ekowisata di TN Sebangau

PALANGKARAYA--MI: World Wide Fund For Nature (WWF) Indonesia menawarkan konsep pengembangan ekowisata di kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau.

"Konsep Ekowisata yang ditawarkan WWF Indonesia tersebut berbasis masyarakat (Community Based Ecotourism Development)," kata Pimpinan Projek Konservasi Sebangau WWF-Indonesia Rosenda Ch. Kasih, di Palangkaraya, Selasa (14/7).

Ia menambahkan, Konsep tersebut menggabungkan konsep community based tourism dan ecotourism guna menganggkat ekonomi masyarakat tanpa melupakan konsep pembangunan berkelanjutan, dengan berakar pada potensi lokal.

TN Sebangau memiliki luas sekitar 568.700 hektare terletak di antara Sungai Sebangau dan Sungai Katingan. Secara administrasi merupakan bagian dari Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya. Kawasan ini merupakan hutan rawa gambut yang masih tersisa di Kalteng setelah gagalnya Proyek Lahan Gambut (PLG) sejuta hektare pada tahun 1995.

Ekowisata atau ecotourism agaknya menjadi satu istilah yang cukup asing, ekowisata merupakan bentuk pengembangan parwisata berkelanjutan yang bertujuan mendukung upaya pelestarian lingkungan termasuk didalammnya adalah alam dan budaya. Ekowisata juga meningkatkan partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan lingkungan TN Sebangau.

Dalam pengelolaannya, ecoturisme harus dilaksanakan secara bertanggungjawab di tempat-tempat alami, secara ekonomi harus berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat setiap generasi.

Ketika ekowisata akan dikembangkan maka potensi sumberdaya alam (SDA) maupun budaya yang selama ini harus dipandang sebagai aset dan minimal harus ada empat pilar yang harus diusung, yakni konservasi, ekonomi, pendidikan, dan partisipasi masyarakat itu sendiri.

WWF Indonesia melihat kawasan Sebangau merupakan kawasan konservasi dengan ribuan jenis flora yang menjadi habitat hidup berbagai satwa dengan species kunci orangutan.

Di sekeliling TN Sebangau, berinteraksi berbagai budaya khas masyarakat Suku Dayak Kalteng dengan kehidupan tradisionalnya dalam memanfaatkan SDA tersebut.

"Mereka harus memiliki nilai dan porsi tawar yang setara dengan pihak lain, ketika ekowisata ini dibangun dan dikembangkan. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi objek dari pengembangan, tetapi harus menjadi pemilik dari kegiatan ekowisata," kata Rosenda Ch Kasih. (Ant/OL-04)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Harris dan Vivi duta wisata Aceh tahun 2009

BANDA ACEH - Harris Siddiq dari Lhokseumawe dan Vivi Anggraini dari Aceh Utara dinobatkan menjadi Duta Wisata Aceh Tahun 2009, setelah menyisihkan 34 peserta dari berbagai kabupaten/kota.

Di babak tiga besar, Harris dan Vivi menyisihkan dua pasangan lainnya setelah meraih nilai tertinggi dari sejumlah materi yang diberikan tim juri. Keduanya dinobatkan sebagai Duta Wisata Aceh Tahun 2009 oleh Wagub Muhammad Nazar di Taman Budaya Aceh (TBA), tadi malam.

Dalam sambutannya, Wagub menyatakan acara ini merupakan inisiatif yang sangat strategis dan konstruktif, di mana saat ini Pemerintah Aceh juga sedang melakukan upaya membangun citra (image) Aceh melalui berbagai kegiatan dalam mensosialisasi kondisi damai Aceh pasca konflik dan tsunami.

"Acara ini juga menjadi wahana penting untuk mempromosi Aceh, khususnya keunggulan dan daya tarik pariwisata daerah kepada masyarakat di luar Aceh, sekaligus membangun kesadaran generasi muda Aceh untuk terus menjaga dan melestarikan budaya asli daerah," papar M. Nazar.

Duta Wisata Aceh, kata dia, memiliki peran dan posisi strategis sebagai ujung tombak, sekaligus memiliki kemampuan mengemban fungsi advertensi dan jiwa marketing dalam menyebarluaskan pesona pariwisata dan sejarah Aceh kepada seluruh masyarakat di nusantara dan mancanegara.

Karena itu, para Duta Wisata Aceh harus terus membekali diri dengan berbagai kapasitas, serta penguasaan kebudayaan dari suatu daerah tujuan wisata.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Drs. H. Mirzan Fuadi, MM, menyebutkan, lomba Duta Wisata Aceh Tahun 2009 ini diikuti 36 peserta dari 18 kabupaten/kota di Aceh.

Sedangkan materi yang diuji meliputi kebudayaan, pariwisata, Bahasa Inggris, penampilan/pengembangan kepribadian, pengetahuan umum (sosial politik, agama, presentasi, dan atraksi).

Sumber : http://www.waspada.co.id

Depbudpar Kampanye Sadar Wisata di Bulukumba

BULUKUMBA--MI: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) melakukan kampanye Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Kawasan Wisata Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri para pengusaha, masyarakat umum, para pejabat dari daerah tetangga seperti Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Sinjai dan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7).

Tidak hanya itu, penyelenggara juga menghadirkan beberapa selebriti dari Jakarta di antaranya Dwi Yan, Hengki Tornando, dan Laksmi AFI.

Dipilihnya Tanjung Bira Bulukumba sebagai event Program Departemen Kebudayaan dan Pariwisata karena kawasan ini sudah cukup dikenal baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Kampanye sadar wisata dan sapta pesona wisata Depbudpar RI di Bulukumba berlangsung meriah. Direktur Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar, Bakri, juga hadir dalam acara tersebut.

Bakri berharap ke depan Tanjung Bira bisa lebih baik dalam memberikan layanan, baik dari segi keamanan maupun kenyamanan terhadap para wisatawan.

Saat ini Depbudpar telah menetapkan 15 propinsi unggulan termasuk Sulawesi-Selatan. Untuk Sulsel sendiri, menurut Bakri, ditetapkan Kabupaten Bulukumba dengan Tanjung Bira-nya.

"Kampanye sadar wisata dan sapta pesona ini diharapkan terus berlanjut dan diharapkan bisa berdampak positif serta lebih menguntungkan terhadap prospek pariwisata bagi masyarakat dan daerah ini," ujarnya.

Selain itu, Depbudpar juga akan terus mengembangkan desa-desa wisata melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata (PMP). Pemkab Bulukumba menyambut baik event kampanye sadar wisata di kawasan wisata Tanjung Bira.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, mengatakan event nasional yang digelar di Tanjung Bira ini akan sangat menguntungkan perkembangan pariwisata di Bulukumba.

Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Suaib Mallombassi, mengatakan tugas pemerintah hanya sebagai fasilitator, bukan pelaku utama dalam sektor pariwisata. Jika objek wisata mau berkembang dengan baik, maka masyarakat harus berperan aktif.

"Asosiasi perlu dibentuk agar dapat berperan dalam menunjang sektor wisata seperti kerajinan, kuliner, dan seni yang menampilkan budaya lokal," ujarnya. (Ant/OL-02)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com

Taman Nasional Komodo Tujuh Keajaiban Dunia Itu Terancam

Oleh Frans Sarong

Taman Nasional Komodo kini sedang dalam seleksi ketat menuju tujuh keajaiban dunia (7 wonders of nature). Namun, penambangan emas yang dilakukan di luar kawasan inti Taman Nasional Komodo mengancam status itu.

Bepergian dengan speedboat atau perahu motor cepat dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo bukanlah perjalanan teduh. Lebih dari separuh perjalanan selama lebih kurang dua jam selalu dengan guncangan mendebarkan karena harus menembus arus ganas tak terarah yang lazim disebut kala kala. Kunjungan itu pun sempat dilanda kekecewaan karena nyaris gagal menyaksikan binatang purba komodo langsung di habitatnya.

”Perairan sekitar ini arusnya sering sangat ganas. Arahnya tak tentu, seperti guncangan air dalam baskom, sehingga speedboat harus pelan agar tidak lepas kendali,” tutur Harris, nakhoda speedboat, setelah satu jam perjalanan.

Labuan Bajo di daratan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, adalah kota Kabupaten Manggarai Barat, yang sekaligus merupakan gerbang masuk ke Taman Nasional Komodo. Sementara komodo adalah binatang purba yang masih bertahan hidup di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, dua dari 61 pulau dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Setiba di Pulau Komodo, seorang pria bernama Hanmor (29) mendekat dengan tongkat bercabang dua pada ujungnya. ”Ini namanya wali kukun, yakni tongkat yang berfungsi khusus menghalau ora atau komodo,” papar Hanmor yang selanjutnya memandu Kompas bersama tim dari PT Putri Naga Komodo (PNK)—mitra Balai Taman Nasional Komodo—menyusuri semak, padang savana, dan kawasan hutan sekitarnya.

Sambil mengingatkan pengunjung agar bersikap tenang bila menjumpai komodo, Hanmor selalu berpandangan awas menembus semak, celah batu, atau balutan savana yang mulai mengering, kalau-kalau komodo sedang berada di sana. Namun, dari penelusuran sekitar 2 kilometer hingga kembali ke Loh Liang, tidak berhasil dijumpai komodo.

Tentang ”menghilangnya” komodo dari kawasan sekitar Loh Liang itu, Hanmor yang asal Kampung Komodo—satu-satunya kampung penduduk di Pulau Komodo—mengakui kunjungan Kompas bersama tim dari PNK awal Juli lalu itu waktunya kurang pas untuk menyaksikan binatang langka tersebut di habitatnya.

Katanya, komodo, atau lazim disebut ora oleh warga setempat, sekarang sedang memasuki musim kawin, yang waktunya berlangsung antara Juli dan Agustus. Selama musim kawin, kawanan ora biasanya bertahan di dalam goa, lubang, atau liang.

Namun, kekecewaan yang sempat melanda pun terobati karena seekor komodo akhirnya dapat disaksikan di sekitar Kampung Komodo. Posisinya sedang berbaring malas di atas batu sekitar pantai.

Warga Kampung Komodo lainnya, Ridwan Hakbar (33), memastikan ora yang dijumpai itu berjenis kelamin betina. ”Ora betina itu pasti sedang menunggu jantannya karena di dekatnya ada liang untuk kawin,” ujarnya.

Posisi optimistis

Taman Nasional Komodo yang sudah menjadi warisan dunia, dikenal luas karena dua pulaunya, Komodo dan Rinca, merupakan habitat binatang purba komodo yang kini berpopulasi sekitar 2.500 ekor. Di kedua pulau yang sama juga hidup secara liar ribuan ekor rusa timor yang sekaligus menjadi mangsa utama penyambung siklus hidup komodo.

Sementara kawasan lautnya merupakan ladang kaya ikan. Berdasarkan catatan dari Balai Taman Nasional Komodo, di dalam kawasan laut seluas lebih kurang 130.000 hektar hidup sekitar 1.000 jenis ikan hias dan berbagai jenis ikan mahal, seperti karapu dan napoleon. Kawasan lautnya juga memiliki sedikitnya 53 titik yang sangat cocok untuk rekreasi menyelam (diving).

Lebih dari itu, Taman Nasional Komodo kini sedang dalam seleksi ketat menuju tujuh keajaiban dunia melalui kontes yang diselenggarakan New Open World Foundation bekerja sama dengan The United Nations Office Partnership yang berpusat di Swiss. Perhelatan kontes itu sudah bergulir sejak tahun lalu.

”Kami berharap dukungan semua pihak hingga Taman Nasional Komodo berhasil masuk tujuh keajaiban dunia,” kata Heru Rudiharto, Kepala Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo.

Harapan senada dilontarkan Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar. Namun, untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menghentikan penambangan emas di kawasan Batugosok, sekitar 10 kilometer utara Labuan Bajo. Alasannya karena selain akan mengganggu keunikan Taman Nasional Komodo, penambangan yang dimulai sejak akhir tahun lalu itu juga bisa membuyarkan upaya taman nasional tersebut menuju tujuh keajaiban dunia, yang posisinya kini makin optimistis.

Taman Nasional Komodo kini menempati posisi enam dari 11 besar kategori E forest/national park/nature reserve. Itu berarti masih harus melewati tahap lainnya sebelum diumumkan hasil finalnya sekitar Desember nanti.

Penambangan emas di Batugosok bisa menjadi pengganjal yang menggagalkan Taman Nasional Komodo menjadi tujuh keajaiban dunia. Padahal, jika masuk tujuh keajaiban dunia, pariwisata akan berkembang, turis-turis berdatangan dan masyarakat sekitar pun mendapat keuntungan.

Namun, status tujuh keajaib- an dunia itu kini terancam....

Sumber : http://koran.kompas.com


Borobudur Masih Tercatat dalam Tujuh Keajaiban Dunia

MAGELANG, KOMPAS.com-- Indonesia memiliki obyek wisata dengan basis budaya seperti wisata budaya Candi Borobudur. Salah satu upaya strategis mempromosikan Candi Borobudur adalah dengan penyelenggaraan Borobudur International Festival BIF 2009.

Sampai saat ini Candi Borobudur masih tercatat dalam Tujuh Keajaiban Dunia. Jadi masyarakat perlu mengetahui dan jangan terpengaruh dengan hasil survei yang dilakukan pihak swasta di luar negeri, kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Kamis (16/7) malam, ketika membuka Borobudur International Festival (BIF) 2009, di lapangan Gunadharma, Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. BIF berlangsung 16-20 Juli 2009.

Pembukaan BIF 2009 juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, sejumlah duta besar negara sahabat, serta para pengelola biro wisata dan pemandu wisata sejumlah provinsi di Indonesia.

Malam pembukaan BIF 2009 berlangsung meriah. Tidak kurang 2.000 pengunjung hadir dalam pembukaan yang diwarnai dengan suguhan kesenian lokal maupun dari negara sahabat . Sejumlah atraksi kesenian yang disajikan adalah Tari Gambyong, Sendratari Coconut Shell Dande dari Kamboja, dan tari dari Sendratari Pratiharta Gunadharma ISI Yogyakarta.

Candi Borobudur sudah lama dikenal di seluruh dunia. Melalui kegiatan BIF 2009, diharapkan kegiatan pariwisata Candi Borobudur semakin kuat gaungnya di penjuru dunia, kata Jero Wacik.

Dalam laporannya, Bibit Waluyo mengemukakan , BIF 2009 memang patut dilestarikan supaya wisata budaya Candi Borobudur tidak berhenti dikenang oleh masyarakat dunia.

Kegiatan BIF 2009 ini bertujuan pula untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur, yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Menurut Jero Wacik, Departemen Pariwisata sangat menghargai upaya yang dikembangkan Bibit Waluyo.

Dalam acara jamuan makan malam bersama Jero Wacik sebelum pembukaan di Manohara Resort kompleks Candi Borobudur , Bibit Waluyo menyatakan, BIF 2009 hanyalah salah satu upaya untuk terus mengumandangkan Can di Borobudur sebagai wisata keajaiban dunia yang tidak boleh dilupakan begitu saja.

Untuk kepentingan itu, perlu ada pembenahan yang mengarahkan Candi Borobudur menjadi lebih indah dan cantik. Program ke depan yang dimulai akhir 2009, yaitu perlunya pembe nahan lebih lanjut di kawasan Candi Borobudur, Magelang.

Pembenahan itu meliputi peningkatan jalan menuju ke Candi Borobudur, yang dimulai dari pertigaan di Magelang menuju ke candi. Jalan yang ada dinilai kurang memadai, bahkan pada titik mulai Patung Tani justru jalan menyempit sehingga perlu dilebarkan.

Program pembenahan itu tentunya membutuhkan waktu dan biaya besar, sehingga perlu dilakukan bertahap. Pembenahan tidak hanya di luar area candi, namun nantinya juga akan ada pembenahan di kawasan candi juga, kata Bibit.

Ketua Panitia Pelaksana BIF 2009, Gatot Bambang Hastowo mengatakan, BIF 2009 ternyata mampu menjadikan Candi Borobudur sebagai magnet. Terbukti banyak turis asing tiba ke Magelang, salah satunya untuk menyaksikan kegiatan BIF 2009.

Kegiatan penunjang BIF adalah pameran dan bisnis wisata, kegiatan festival seni; pameran Tourism, Trade dan Investment (TTI); seminar bisnis wisata di Solo ; serta Borobudur Travel Mart (BTM) di Semarang. BTM menjadi ajang pertemuan antara para buyers dengan sellers pariwisata yang berasal dari 32 provinsi akan berkumpul di Semarang.

BTM juga diisi dengan kunjungan melalui paket-paket wisata yang disiapkan seperti paket wisata religi, wisata budaya dan wisata sejarah. Kunjungan paket wisata itu disiapkan ke Jepara, Kudus, Magelang, Semarang, Solo dan Magelang.

Dalam BIF 2009 ini, tercatat hadir 14 perwakilan dan utusan negara sahabat. Duta besar yang hadir terdiri atas Afghanistan, Rusia, Kroasia, Lebanon, Nigeria, Rumania, Suriname, Portugal, Kamboja, serta Arab Saudi. P erwakilan kedutaan besar yang hadir berasal dari Polandia, Somalia, Brunei Darussalam , dan Bulgaria. ( WHO)

Sumber : http://oase.kompas.com

Sumber Photo: http://images.google.co.id

Inikah Anjing Terkecil di Dunia?

UCKLAND, KOMPAS.com — Bisa dibilang, inilah anjing terkecil di dunia. Scooter, nama anjing keturunan Malta ini, hanya memiliki tinggi 7,5 cm. Anjing berusia enam bulan itu dapat duduk dengan nyaman di sebuah cangkir teh.

Sang pemilik, Cheryl McKinight asal Auckland, Selandia Baru, yakin anjing berbulu putih itu layak disebut anjing terkecil di dunia.

Ia begitu kecil sehingga McNight memakaikan rompi khusus berwarna ungu kepadanya agar tidak terinjak tanpa sengaja. Dia yakin postur anjingnya tidak tumbuh lagi. Menurut catatan McNight, anjingnya 2,5 cm lebih kecil dibandingkan anjing terkecil di dunia saat ini yang dipegang Boo Boo milik warga AS.

"Scooter begitu kecil sehingga dia bisa duduk di salah satu cangkir kopi yang saya gunakan," kata McKnight. "Ada beberapa kerugian terkait ukurannya karena saya tidak bisa membawanya jalan-jalan dan saya tidak menemukan rantai anjing yang cocok untuknya," tambahnya. Scooter makan secangkir telur setiap hari. Tempat tidurnya sebuah kotak sepatu.

Sumber : http://www.bangkapos.com

Buang Jung Penghormatan Nenek Moyang Suku Sawang

LEPAR PONGOK, BANGKA POS puncak upacara adat BunagJung. Dimualai dengan doa oleh dukun diikuti nyanyian dan tariandalung lalu Zitun sebagai penghubung doa warga suku Sawang denganarwah nenek moyang. Sesajian laut dilarung sebagai penghormatankepada moyang orang Sawang dengan harapan diberikan rezki melimpahdari laut. Sebab orang Sawang mengandalkan hidup mereka dari hasiltangkapan di laut. Ritual adat ini pun selesai.

Setelah suasa khusuk, warga membersihkan diri dengan siraman airdan bersuka cita. Suasa Desa Kumbung Kecamatan Lepar Pongok punmeriah. Desa di pesisir timur pulau Lepar tak seperti hariharibiasa. Sejak Selasa warga dari desa sekitar sudah berdatangan.mereka ingin menyaksikan upacara adat Buang Jung.

Sebelum acara puncak, panitia telah menggelar lomba volly pantai,bumi perkemahan pemuda, bazar, pawai wisata bahari, dan lombadiving. Buang Jung dijadikan momen oleh Pemkab Bangka Selatan untukmenjual pariwisata daerahnya.

"Buang Jung warisan Suku Sawang sejak ratusan tahun silam. BuangJung merupakan syukuran dan permohonan hasil laut, agar nenekmoyang Suku Sawang melimpahkan hasil laut kepada anak cucunya,"kata Bat Man dukun pemimpin uapcara adat ini.

Saat upacara berlangsung khusuk. Batman dibantu Selan, Zitun, Fredydan ketua dukun Pawanari memulai ritual tahunan itu. "Buang jungmerupakan sesajian laut dan diharapkan mendapat imbalan rezekihasil laut untuk masyarakat nelayan Suku Sawang, tukas Batman.

Bupati Bangka Selatan, Justiar Noer, dalam sambutannya menegaskanbahwa pemerintah dan masyarakat Bangka Selatan memiliki tanggungjawab moral untuk mengembangkan tradisi buang jung. Tradisi Buangjung menurut Justiar merupakan sebuah wisata budaya yang selama inisecara rutin digelar. Akan tetapi hal ini bukan hanya sekedarsebuah rutinitas, tetapi Justiar menegaskan bahwa perayaan BuangJung merupakan upaya untuk terus melestarikan nilainilai luhurbudaya. Selain untuk mewariskan nilainilai luhur budaya, perayaanbuang jung merupakan suatu aset wisata budaya yang harus terusdikembangkan.

"Selain untuk mendukung Babel Archie 2010, tetapi ritual buang jungmerupakan bentuk penghargaan dan penghayatan terhadap nilainilailuhur budaya yang ada di Bangka Selatan. Nilainilai ini jika terusdikembangkan dan dilestarikan akan menjadi aset wisata budaya yangmemiliki nilai wisata, ekonomis dan religius yang besar. Makaritual buang jung akan dijadikan sebagai agenda rutin dan tetap danterus dikemas acaranya sehingga menjadi lebih bernilai guna bagimasyarakat Suku Sawang khususnya dan Bangka Selatan umumnya," jelasJustiar.

Justiar menambahkan bahwa bukan hanya nilainilai luhur ritualbuang jung tetapi semua budaya dan sejarah di Bangka Selatan harusdikembang dan diwariskan kepada generasi muda Bangka Selatansehingga tidak tercipta generasi masa depan Basel yang lupadaratan. Maka Justiar mengharapkan agar kegiatankegiatan budayaharus terus dikembangkan, supaya generasi muda Basel bisa mengenaldan memahami budaya dan sejarahnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan budaya Babel, Yan Megawandi, kepadah)Bangka Pos Group, menjelaskan bahwa buang jung merupakan salah satuaset budaya yang akan dikembangkan menjadi agenda budayamenyongsong Babel Archie.

Yan menambahkan, dalam rangka meyongsong Babel Archi, pihaknyaterus melakukan inventarisir aset wisata di Bangka Belitungtermasuk di Bangka Selatan, untuk dikembangkan secara sinergis danberdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

Rangkaian ritual buang jung dan seremonial diakhiri denganpenyerahan bantuan sarana dan prasarana olahraga, bantuan alatalatpengolahan hasil laut, serta bantuan sosial untuk para penyandangcacat di Kecamatan Lepar Pongok. (J2)

Sumber : http://www.bangkapos.com

Hidangan Bali yang Digemari

RANAH kuliner Bali kian menunjukkan geliat. Aneka hidangan asal Pulau Dewata kini digemari masyarakat Jakarta. Bumbu yang khas menjadi kunci pemikatnya.
Menurut Chef Gusti Sanjaya, masakan Bali secara umum berbumbu cukup lengkap. Urutan bumbu dapur yang paling sering dipakai adalah laos, jahe, kunyit, dan kencur. "Perbandingan porsi empat bumbu tersebut adalah 4-2-1-1/2," katanya.

Koki asal Bali itu mencontohkan, kunyit sering dipakai untuk bumbu kuning dalam masakan ikan karena dapat menetralisasi bau amis. Bumbu dasar untuk ikan atau hidangan laut ini disebut base be pasih. Ada pula base be jukut (bumbu dasar untuk sayur) dan base be siap (bumbu dasar ayam).

"Untuk daging sapi, biasanya dipakai bumbu merah yang mengandung cabai. Adapun jinten hampir tidak pernah dipakai dalam masakan Bali," katanya.

Orang Bali juga menyukai rempah, seperti cengkih yang dapat menyumbang aroma wangi (wangen). Bahan lainnya yang lazim dipakai adalah ketumbar, lada, dan cabai hitam. Selain itu, kata Gusti, bubuk kemenyan juga acap kali ditambahkan dalam hidangan autentik Bali.

"Supaya wangen, ada pula yang menambahkan jangu, sejenis tumbuhan menjalar yang dapat meresapkan aroma tersendiri yang khas," ujar Gusti.

Gusti pernah mempraktikkan kemampuannya memasak makanan Bali, salah satunya layah kecap yang memiliki rasa sangat nikmat. Hidangan berbahan dasar lidah sapi ini begitu empuk dengan kuah pekat. Metode memasak dan tampilannya tak jauh berbeda dengan semur lidah. Hanya, layah kecap tidak semanis semur lidah dalam masakan Jawa.

Sementara itu, di Yogyakarta terdapat satu restoran penyaji makanan Bali, namanya Siap Bakar Republik Rempah. Ditilik dari asal kata "siap" (bahasa Bali) yang berarti ayam, tak heran menu yang disediakan dominan dari jenis daging tersebut. Salah satu yang menjadi favorit adalah ayam bakar betutu bumbu bali.

Pemilihan bahan dan bumbu rahasia menjadi kombinasi untuk menggoyang lidah. Dari bahan, digunakan ayam kampung supaya daging lebih empuk dan gurih saat bercampur bumbu.

Memilih daging sudah, kini saatnya meracik bumbu-bumbu menjadi sajian istimewa. Bumbu-bumbu yang umum digunakan seperti bawang putih, bawang merah, cabai merah keriting, kunyit, dan terasi. "Sebenarnya bumbu yang digunakan sama seperti resep pada umumnya. Tapi, ada bumbu rahasia yang digunakan sehingga cita rasanya berbeda," ujar Wibowo Wibisono, pemilik Siap Bakar Republik Rempah.

Setelah dibersihkan, ayam dicampur dengan bumbu dan didiamkan selama beberapa menit. Hal ini supaya bumbu lebih cepat merasuk dan daging terasa lebih gurih. Kemudian, daging ayam siap dimasak sesuai selera, baik digoreng maupun dibakar.

Untuk mengentalkan nuansa makanan Bali, cita rasa pedas dan asin masih dominan. Oleh sebab itu, Wibi menaruh perhatian lebih supaya keorisinalan rasa tidak berubah. Bumbu-bumbu tambahan seperti minyak kelapa dan terasi menjadi senjata ampuh. Dua bahan tersebut langsung didatangkan dari Bali.

Menu yang disuguhkan memang sengaja mempertahankan "kebaliannya". Perpaduan rasa pedas dan asin tetap dijaga. Bagi yang tidak cocok dengan makanan pedas, jangan berkecil hati. Untuk merangkul tamu yang bukan berasal dari Bali, juru masak bakal menambahkan rasa manis dalam sajian. "Semua tergantung selera dan permintaan pengunjung untuk menambahkan manis, mengurangi asin, atau mengurangi pedas," imbuh dia.
Sumber : http://www.okefood.com

Jumat, 17 Juli 2009

Pemkab Tak Seriusi Pariwisata

Jadi Prime Mover, Alokasi Dana Minim

TONDANO—Keseriusan Pemkab Minahasa mengelola pariwisata diragukan. Meskipun memiliki potensi obyek pariwisata yang eksotik, namun sebagian obyek peninggalan bersejarah itu mulai terlupakan. Padahal di sisi lain, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa sebagai instansi terkait mengakui, pariwisata sebagai prime mover pembangunan di Minahasa disamping sektor pertanian. “Kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan potensi obyek pariwisata, karena prime mover Pemkab Minahasa adalah sektor pertanian dan pariwisata. Meskipun alokasi dana kecil namun Disparbud bersama seluruh elemen masyarakat tetap optimis untuk menata semua obyek pariwisata di daerah ini,” sergah Kadisparbud Minahasa Drh Frederik Rotinsulu didampingi Kabag Humas Vicky Tanor SIP MSi.

Menurut keduanya, obyek pariwisata ini sangat potensial yang bisa mendatangkan pasokan retribusi bagi daerah ini. Referensi koran ini menunjukan beberapa obyek pariwisata yang terlantar seperti, goa Jepang yang ada di Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara dan di Kawangkoan, loji Tondano yang sudah kusam, tempat permandian pasir putih di Lembean Timur, dan pantai indah Makalisung serta Watu Pinabetengan di Tompaso. “Obyek pariwisata memang banyak, tapi tidak terawat,” ujar Grace Sangari dan Joubert, warga Makalisung.

Menurut mereka seharusnya, semua obyek pariwisata ini seharusnya ditata seapik mungkin karena Minahasa sejak dulu dikenal memiliki ragam kebudayaan yang nota bene memiliki nilai yang tinggi. “Meskipun punya potensi obyek pariwisata yang besar, tapi kalau tidak diurus sama juga bohong,” ungkap mereka. (old)

Sumber : http://mdopost.com