Kamis, 05 November 2009

Budaya Peraje jadi Daya Tarik Wisatawan

Peraje, merupakan budaya bersih negeri yang sudah turun temurun mengakar di etnis Melayu Sanggau. Budaya ini sama halnya dengan upacara tolak bala atau membersihkan sebuah daerah dari segala macam bala. Kini upacara ini, selain sebagai ritual untuk membersihkan negeri, juga sudah menjadi sebuah agenda wisata masyarakat Melayu Sanggau, yang dilakukan oleh pihak keratin. Bahkan ritual budaya ini, sudah diusulkan pada pemerintah daerah untuk dijadikan sebagai agenda wisata Kabupaten Sanggau. Dalam prosesi pelaksanaan ritual budaya Peraje, para tokoh agama dan tokoh adat, serta masyarakat. Menggelar upacara baca doa, zikir serta beberapa ayat Al Quran. Upacara ini dilakukan dengan mengelilingi negeri atau kampung/ desa. Tujuannya tidak lain, agar negeri (kampong/desa) terjaga dari hal-hal yang membahayakan (bala). Berbagai macam musibah, penyakit baik yang mengganggu manusia, hewan maupun tanaman, diharapkan hilang dan pergi. Pembacaan puji -pujian, zikir, takbir, tahmid, dan lantunan beberapa ayat-ayat suci diharapkan, mampu mengusir hal-hal yang jagat. Mengingat prosesinya yang sangat menarik untuk dijadikan agenda wisata. Maka tidak salah jika pihak Keraton Sanggau, mengusulkan pada pemerintah daerah, agar acara ini dijadikan sebagai agenda wisata. Tahun ini, acara Peraje, dirangkaikan dengan festival budaya keraton Surya Negera Sanggau. Dalam prosesinya Paraje, juga membawa keris pusaka kerajaan yang dinilai sangat sakral. Iring-iringan rombongan peraje, juga dikawal oleh beberapa pasukan kerajaan. Diharapkan dengan dijadikan kegiatan ini sebagai agenda budaya, maka mampu memperkenalkan seni serta budaya yang ada di Bumi Dara Nante, pada wisatawan luar. Dan, ini juga akan berdampak positif di sektor ekonomi daerah ini. (dri)

Sumber: http://www.equator-news.com/