Palangkaraya - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Pemkot Palangkaraya, Kalteng secara gencar mempromosikan wisata susur sungai di kawasan itu.
Kepala Bidang Parwisata, Disbudpar Kota Palangkaraya, Anna Menur yang dihubungi di Palangkaraya, Minggu mengatakan wisata susur sungai merupakan kegiatan pariwisata yang terus dipromosikan.
Promosi mengenai objek wisata susur sungai itu bukan saja melalui media massa, baik media cetak maupun elektronik, tetapi juga melalui biro-biro perjalanan, bahkan ke agen-agen penerbangan.
Pihak Pemko Palangkaraya melalui Disbudpar kini mencetak ratusan bahkan ribuan eksemplar buku saku pariwisata Palangaraya yang di antaranya mempromosikan wisata susur sungai tersebut.
Selain itu, Pemkot juga menerbitkan brosur, pamlet mengenai wisata susur sungai tersebut, dan ternyata susur sungai mulai dikenal luas di masyarakat, khususnya di kalangan wisatawan nusantara.
Susur sungai dirancang bagi wisatawan yang mencintai alam linkungan dan kehidupan sungai di wilayah Kalteng, khususnya di Palangkaraya, seperti menyusuri sungai Kahayan atau Sungai Rungan.
Wisata susur sungai itu dikelola oleh Kalimantan Tours Destination, sebuah yayasan yang bergerak di bidang promo dan penyediaan paket-paket wisata lainnya.
"Bila Anda ke kota kami, kota cantik Palangkaraya tidak akan terasa lengkap tanpa petualangan susur sungai. Anda dapat menyaksikan alam Pulau Besar Kalimantan yang sungguh eksotis," kata Anna Menur.
Susur sungai menggunakan kapal tradisional yang terbuat dari kayu ulin dan banyuas itu belakangan terus diminati wisatawan hingga pesanan terus meningkat, tambahnya.
Wisata susur sungai menawarkan keindahan dan geliat kehidupan di sepanjang sungai Kahayan yang dilalui.
Selain menikmati pemandangan sepanjang sungai, para wisatawan bisa mengenal budaya masyarakat Suku Dayak Kalteng yang unik di sejumlah perkampungan yang disinggahi.
Melaui susur sungai para wisatawan bukan hanya menikmati pemandangan alam dengan sungai-sungai di kawasan lahan bergambut juga dapat menyaksikan beberapa jenis satwa unik dan langka seperti orangutan, bekantan, lutong, kera abu-abu, serta biawak. (ANT)
Sumber: http://banjarmasinpost.co.id
Kepala Bidang Parwisata, Disbudpar Kota Palangkaraya, Anna Menur yang dihubungi di Palangkaraya, Minggu mengatakan wisata susur sungai merupakan kegiatan pariwisata yang terus dipromosikan.
Promosi mengenai objek wisata susur sungai itu bukan saja melalui media massa, baik media cetak maupun elektronik, tetapi juga melalui biro-biro perjalanan, bahkan ke agen-agen penerbangan.
Pihak Pemko Palangkaraya melalui Disbudpar kini mencetak ratusan bahkan ribuan eksemplar buku saku pariwisata Palangaraya yang di antaranya mempromosikan wisata susur sungai tersebut.
Selain itu, Pemkot juga menerbitkan brosur, pamlet mengenai wisata susur sungai tersebut, dan ternyata susur sungai mulai dikenal luas di masyarakat, khususnya di kalangan wisatawan nusantara.
Susur sungai dirancang bagi wisatawan yang mencintai alam linkungan dan kehidupan sungai di wilayah Kalteng, khususnya di Palangkaraya, seperti menyusuri sungai Kahayan atau Sungai Rungan.
Wisata susur sungai itu dikelola oleh Kalimantan Tours Destination, sebuah yayasan yang bergerak di bidang promo dan penyediaan paket-paket wisata lainnya.
"Bila Anda ke kota kami, kota cantik Palangkaraya tidak akan terasa lengkap tanpa petualangan susur sungai. Anda dapat menyaksikan alam Pulau Besar Kalimantan yang sungguh eksotis," kata Anna Menur.
Susur sungai menggunakan kapal tradisional yang terbuat dari kayu ulin dan banyuas itu belakangan terus diminati wisatawan hingga pesanan terus meningkat, tambahnya.
Wisata susur sungai menawarkan keindahan dan geliat kehidupan di sepanjang sungai Kahayan yang dilalui.
Selain menikmati pemandangan sepanjang sungai, para wisatawan bisa mengenal budaya masyarakat Suku Dayak Kalteng yang unik di sejumlah perkampungan yang disinggahi.
Melaui susur sungai para wisatawan bukan hanya menikmati pemandangan alam dengan sungai-sungai di kawasan lahan bergambut juga dapat menyaksikan beberapa jenis satwa unik dan langka seperti orangutan, bekantan, lutong, kera abu-abu, serta biawak. (ANT)
Sumber: http://banjarmasinpost.co.id


