Jakarta - Menutupi kekurangan dan citra negatif tentang Indonesia dengan beragam hal positif adalah strategi Andara Rainy, Putri Pariwisata Indonesia 2009, untuk "menjual" Indonesia kepada dunia.
"Jangan yang sudah jelek dan negatif malah kita iyakan dan perlihatkan kepada orang luar. Harusnya kita tutupi dengan hal-hal positif dari masyarakat kita, seni, budaya, alam kita, dan sebagainya," ujar perempuan yang akrab disapa Dara ini saat ditemui oleh Kompas.com di Kantor Persda, Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (9/11).
Ditanyakan ihwal peristiwa teror bom yang terjadi belakangan ini dan merusak citra Indonesia, Dara mengatakan bahwa persoalan terorisme bukan lagi masalah karena pada kenyataannya itu pernah ada dan terbukti berhasil ditangani.
"Saya akan jawab dan yakinkan bahwa teroris itu public enemy dan katakan 99 persen orang Indonesia bersatu untuk mencegah itu," ujar perempuan kelahiran Jakarta, 25 November 1987, ini tersenyum.
Dara, yang pada Sabtu (7/11) lalu didapuk sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2009, mengakui bahwa tugasnya memang berat meskipun dia merasa begitu menikmatinya. Dia sadar, sosoknya saat ini adalah duta pariwisata Indonesia sehingga harus pandai memasarkan wisata Indonesia.
Langsung ke China
Setelah resmi menyandang mahkota tersebut, Dara mengatakan bahwa dia berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp 36 juta, tinggal di sebuah Apartemen Luxorior di Permata Hijau Residence selama setahun, dan beasiswa -2 dari London School, Jakarta.
Tak hanya itu. Putri Pariwisata Indonesia 2009 ini juga akan dikirim sebagai wakil resmi Indonesia di ajang Miss Tourism International 2009 pada Desember 2009. Bahkan, di hari ketiga menjadi Putri Pariwisata ini, pada Selasa (10/11) ia sudah harus bertolak ke China untuk mengikuti International Tourism Market.
"Di sana kita bukan hanya pameran, tapi juga bisa berkomunikasi langsung dengan wisatawan," ujar peraih Juara I None Jakarta 2007 ini. (LTF)
Sumber: http://travel.kompas.com
"Jangan yang sudah jelek dan negatif malah kita iyakan dan perlihatkan kepada orang luar. Harusnya kita tutupi dengan hal-hal positif dari masyarakat kita, seni, budaya, alam kita, dan sebagainya," ujar perempuan yang akrab disapa Dara ini saat ditemui oleh Kompas.com di Kantor Persda, Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (9/11).
Ditanyakan ihwal peristiwa teror bom yang terjadi belakangan ini dan merusak citra Indonesia, Dara mengatakan bahwa persoalan terorisme bukan lagi masalah karena pada kenyataannya itu pernah ada dan terbukti berhasil ditangani.
"Saya akan jawab dan yakinkan bahwa teroris itu public enemy dan katakan 99 persen orang Indonesia bersatu untuk mencegah itu," ujar perempuan kelahiran Jakarta, 25 November 1987, ini tersenyum.
Dara, yang pada Sabtu (7/11) lalu didapuk sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2009, mengakui bahwa tugasnya memang berat meskipun dia merasa begitu menikmatinya. Dia sadar, sosoknya saat ini adalah duta pariwisata Indonesia sehingga harus pandai memasarkan wisata Indonesia.
Langsung ke China
Setelah resmi menyandang mahkota tersebut, Dara mengatakan bahwa dia berhak atas hadiah uang tunai sebesar Rp 36 juta, tinggal di sebuah Apartemen Luxorior di Permata Hijau Residence selama setahun, dan beasiswa -2 dari London School, Jakarta.
Tak hanya itu. Putri Pariwisata Indonesia 2009 ini juga akan dikirim sebagai wakil resmi Indonesia di ajang Miss Tourism International 2009 pada Desember 2009. Bahkan, di hari ketiga menjadi Putri Pariwisata ini, pada Selasa (10/11) ia sudah harus bertolak ke China untuk mengikuti International Tourism Market.
"Di sana kita bukan hanya pameran, tapi juga bisa berkomunikasi langsung dengan wisatawan," ujar peraih Juara I None Jakarta 2007 ini. (LTF)
Sumber: http://travel.kompas.com


