Minggu, 27 Desember 2009

Jose Yepes Bersepeda Keliling Dunia....

Oleh Yulvianus Harjono

Jose Guillermo Yepes (41), pernah dianggap gila ketika mengutarakan niatnya berkeliling dunia dengan sepeda. Tapi, itu tidak dihiraukannya. Nyatanya, pria asal Spanyol ini telah menempuh perjalanan melintasi tiga benua sejak 2007 lalu.

Pekan lalu, ia pun singgah di Bandung. Kehadirannya di kota kembang disambut penuh antusias para penggemar sepeda dan anggota komunitas pesepeda di Bandung. Mereka penasaran membuktikan langsung mengenai desas-desus Jose berkeliling dunia semata-mata demi membangkitkan solidaritas bagi anak-anak telantar dan yatim piatu.

Begitu tiba di Taman Cikapayang, Jose langsung dikawal dengan iring-iringan pesepeda menuju Gedung Sate. Di sana, Jose kemudian menceritakan sebagian kisahnya yang heroik kepada para jurnalis maupun pesepeda.

Jose bercerita, sebelum tiba di Indonesia, khususnya Bandung, ia telah menempuh perjalanan panjang dengan sepeda di Australia. Di negara kanguru ini, ia bersepeda sejauh 5.000 kilometer mulai dari Sydney di bagian tenggara benua ini hingga ke Darwin di belahan utara.

Kondisi medan perjalanan yang ditempuhnya terbilang sangat ekstrim. Ketika melewati wilayah gurun di negara bagian Victoria, suhu bisa mencapai lebih dari 35 derajat celsius. "Medannya sunggguh sangat berat, seringkali saya dehidrasi," tutur pria kelahiran Slamanca, Spanyol ini.

Kondisi yang bertolak belakang pernah dilewatinya. Di dalam perjalanan awal di tahun 2007, Yepes bersepeda dari Spanyol, Eropa, ke Moskow sejauh 5.000 kilometer. Ketika di Moskow, ia harus menghadapi cuaca dingin bersalju dengan cuaca minus 8 derajat celius.

"Sampai-sampai, ban sepeda saya tenggelam di jalanan bersalju. Sulit sekali dilewati," ungkap Yepes sambil menggoyang-goyangkan stang sepedanya untuk menggambarkan beratnya kondisi perjalanan saat itu.

Jose memperkenalkan gerakan satu kilometer satu euro. Ia berharap, dari tiap satu kilometer perjalanan yang telah berhasil ditempuhnya, publik mau memberikan sumbangan. Dana yang juga diperoleh dari sejumlah sponsor ini kemudian ia berikan kepada anak-anak yatim piatu yang diasuh lembaga SOS-Kinderdorf.

Lembaga ini memiliki jaringan di 132 negara, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, lembaga ini saah satunya ada di Lembang. Pada Rabu (16/12/2009), ia memberikan bantuan 15 sepeda dan uang 4.000 euro kepada anak-anak yatim piatu di SOS Desa Taruna Lembang.

"Dengan memberikan bantuan ini, saya sangat senang bisa melihat mereka kembali tersenyum. Melihat mereka bisa tersenyum, itu sebuah kegembiraan bagi saya," tuturnya.

Sumber: http://travel.kompas.com