Sabtu, 26 Desember 2009

Ulama Asia Tenggara Bahas Syariat Islam di Aceh

Meulaboh - Sebanyak 600 orang ulama se-Asia Tenggara, akan hadir ke Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Mereka akan menggelar musyawarah (muzakarah) membahas penerapan syariat Islam di Bumi Teuku Umar, serta di Aceh pada umumnya. Mereka akan membahas sejumlah persoalan agama dan kejayaan Islam pada masa Sultan Iskandar Muda pasa lampau.

Pertemuan ini akan melibatkan para ahli agama, pakar, serta cendikiawan yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara tersebut akan dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur, Seuneubok, Meulaboh, Aceh Barat selama tiga hari. Sehingga diharapkan dengan hasil musyawarah yang digelar tersebut, mampu membangkitkan kembali penerapan syariat Islam di Serambi Mekkah termasuk masalah agama yang dihadapi dunia-dunia islam saat ini.

Bupati Aceh Barat, Ramli MS kepada Serambi, Selasa (22/12) mengatakan, muzakarah ulama akan berlangsung pada bulan Maret 2010. Persiapan untuk menggelar event akbar hingga kini terus dilakukan. “Kita (Pemkab) telah membentuk pantia kecil guna melaksanakan kegiatan ini, dan semua ulama yang kita undang menyatakan telah bersedia hadir di Bumi Teuku Umar,” katanya.

Menurut Ramli, untuk menyiapkan kegiatan pihaknya dalam beberapa hari mendatang akan menerima tamu dari Ulama Malaysia guna membicarakan pertemuan dimaksud di Meulaboh. Bahkan, katanya, semua persiapan juga telah merampungkan semua persiapan untuk menerima dan menyambut ratusan ulama yang diperkirakan berjumlah sebanyak 600 orang dari sejumlah negara di Asia Tenggara.

Tujuan muzakarah ulama se-Asia Tenggara di Meulaboh, menurut Ramli untuk mengkaji sekaligus membahas penerapan syariat Islam di wilayah itu termasuk Provinsi Aceh. Dalam pertemuan itu para ulama itu juga akan membicarakan sejumlah persoalan yang dialami oleh dunia Islam terkait konflik serta tuduhan teroris yang dicap oleh negara kafir terhadap umat muslim di dunia. Termasuk kejayaan Islam di Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda, serta mengkaji mengapa bisa terjadinya konflik di Aceh.

Adapun ulama yang akan hadir itu nantinya berasal dari negara Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, Singapura, serta perwakilan ulama dari dalam negeri termasuk unsure pemerintah Indonesia dari Jakarta. Sedangkan pertemuan itu akan berlangsung selama tiga hari dengan jadwal yang belum bisa ditentukan.

Ia berharap dalam pertemuan para ulama seluruh negara Asia Tenggara tersebut mampu melahirkan sejumlah rekomendasi pelaksanaan syariat Islam serta solusi terbaik terhadap persoalan agama yang kini sedang terjadi. “Mudah-mudahan dalam kegiatan ini akan membawa sejumlah hal positif khususnya demi kejayaan Islam,” ujarnya.(edi)

Sumber: http://www.serambinews.com