Minggu, 10 Januari 2010

2010, Turis Serbu Sulut

Manado - Keputusan maskapai penerbangan PT Lion Air menjadikan Manado sebagai home base Wings Air dan rencana besar membuka penerbangan langsung ke Jepang, Korea Selatan, China, dan Taipeh patut disambut gegap gempita warga Sulut. Langkah yang konek dengan program Manado Kota Pariwisata (Makota) Dunia 2010 ini, diyakini jadi salah satu pendorong bakal bergairahnya wisatawan domestik dan mancanegara menyerbu Bumi Nyiur Melambai.

Ketua Association of Tour and Travel Agencies (Asita) Sulut, Herman Kontutojeng mengatakan, dengan adanya penerbangan Wings Air, akses pariwisata Sulut akan makin terbuka. Banyak wisatawan bakal mengunjungi Manado. “Hanya tempat wisata harus dibenahi,” kata Herman.

Dan, meskipun sudah terkenal ramah, warga Manado, menurutnya, harus siap menjadi tuan rumah. Bila ini mampu dilakukan, perekonomian Sulut akan makin bergeliat. “Yang pasti dinamika pariwisata akan bergerak, otomatis ekonomi pun meningkat,” katanya.

Pemprov Sulut sendiri telah sukses melambungkan Manado menjadi pembicaraan dunia dan nasional. Berkat iven WOC-CTI Summit dan Sail Bunaken yang sukses mendatangkan kapal induk Amerika Serikat USS George Washington serta pemecahan rekor dunia selama masal masuk Quinness Book of Record.

Sebelumnya di Bandara Sam Ratulangi saat peresmian pesawat Wings Air ATR 72-500, Gubernur SH Sarundajang menyampaikan kabar gembira atas pengakuan pusat terhadap pariwisata Sulut. Karena saat ini, Sulut resmi ditetapkan menjadi satu dari 5 provinsi tujuan wisata di Indonesia dan satu dari 10 provinsi penyelenggara meeting, incentive, convention, exhibition (MICE).

Namun, itu tak berarti Sulut bisa pangku tangan. Salah satu syarat mewujudkan hal itu adalah dengan meningkatkan pelayanan mulai dari pintu masuk, yakni Bandara Sam Ratulangi. Menteri Perhubungan Freddy Numberi menegaskan, kenyamanam penumpang pesawat terbang menjadi nomor satu. “Tak ada lagi penumpang yang sibuk membawa hand bagage ketika akan transit dan mengganti pesawat,” katanya. Semua crew handling dan petugas di bandara diminta menerapkannya. “Bagaimana mau bersaing global kalau hal kecil itu tak bisa dilakukan,” tegasnya.

Bagaimana upaya Pemkot Manado? Menurut Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Ferry Siwi, pihaknya kini menggenjot promo ke luar, baik luar daerah maupun luar negeri. Promosi luar daerah maupun luar negeri dilakukan dengan cara mengikuti expo dan memamerkan potensi daerah, ataupun pameran pariwisata, “Ada pameran pariwisata di Bali, Jakarta, Batam dan Yogyakarta,” imbuh Siwi. Selanjutnya, ada Gebyar Sulawesi yang akan memamerkan potensi pariwisata daerah-daerah di Sulawesi.

Untuk promo di luar negeri, Dispar akan ikut serta dalam Exciting Indonesia yang akan dilaksanakan di Singapura. “Pada Februari ada undangan dari Brunai Darussalam. Tapi kita masih dalam persiapan, yang akan ikut siapa-siapa,” tambahnya.

Sementara untuk lokal, rencananya untuk tahun ini, ada beberapa agenda yang akan digelar. Di antaranya, Festival Figura pada akhir Januari, dan Satu Laut ke Bunaken (lihat grafis, red). “Pada saat HUT Kota Manado, akan kita gelar Manado Expo,” kata Kadisparbud, Ferry Siwi. Berbagai iven juga akan digelar dalam rangka HUT provinsi, September nanti, hingga Desember, akan digelar Christmas at Boulevard.

Promosi lainnya adalah dalam bentuk brosur-brosur. “Untuk brosur, akan kita promosi lewat travel dan perhotelan yang memiliki jaringan atau grup hingga tingkat nasional dan internasional. Dengan begitu, brosur tentang Manado, akan mereka kirim hingga ke link-nya,” ujar Siwi.

Promosi melalui dunia maya pun dilakukan. “Kita akan promosi lewat website manadokota.com,” sambungnya saat dihubungi, kemarin, dengan menambahkan, promosi lewat media elektronik di Jakarta pun akan ditempuh Disparbud.

TOMOHON GELAR TFF-TIC
Sementara, Pemerintah Kota Tomohon akan menggelar dua hajatan heboh untuk menarik minat wisatawan mancanegara dan nusantara serta menggiatkan MICE di tahun 2010. Pertama, Tomohon Flowers Festival (TFF) 2010 yang akan dilaksanakan Juli mendatang.. “Kami akan mengundang lebih banyak peserta dari 2008 lalu sebanyak 96 kota se-Indonesia,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tomohon, Gerardus Mogi.

Ia memaparkan, agenda TFF mencakup tournament of flower atau pawai kendaraan hias, karpet bunga, dan pemilihan ratu bunga tingkat nasional. Karenanya, tegas Mogi, pihaknya akan mengadakan persiapan matang mengingat jumlah peserta akan lebih banyak dari 2008, yang hanya 46 kota . “Yang diundang tentunya tergabung dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi),” tambahnya.

Selain TFF, juga akan diadakan Tomohon International Choir (TIC) pada Agustus mendatang. Ketika disinggung soal peserta dari luar negeri untuk TFF, Mogi menukas,” Masih dalam kajian untuk mengudang peserta dari luar, yang jelas undangan untuk Walikota Pasadena sudah direncanakan,” (gyp/syl/vip)

Sumber: http://mdopost.com