Oleh Yuliana Dewi
Tanjungpinang - Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota di Senggarang ini dihadiri lima ribuan undangan dan masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai acara yang disuguhkan.
Acara yang diawali dengan Pembacaan Gurindam 12 oleh Raja Hafizah dan Samsu, mampu membuat seluruh undangan merenungkan sejenak ajaran-ajaran yang terkandung dalam gubahan Raja Ali Haji tersebut. Raja Hafizah, yang merupakan Lurah Penyengat, dan Samsu SK, terlihat mampu menghadirkan nuansa lain dalam teknik membacakan Gurindam 12 tersebut.
Usai pembacaan Gurindam 12, acara dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana, Pokyong Kadir, yang melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan rangkaian kegiatan hari jadi tersebut.
Sebagaimana diketahui, berbagai kegiatan diadakan sempena merayakan Hari Jadi Tahun 2010 tersebut, mulai dari ziarah ke makam tokoh dan pahlawan pada tanggal 5 Januari 2010, bakti sosial, sunatan massal 226 anak, lomba lukis 226 peserta dan diakhiri nantinya dengan malam hiburan rakyat atau panggung seni melayu pada tanggal 9 Januari 2010 di Lapangan Pamedan A Yani.
Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan dalam sambutan yang disusun dalam kata-kata yang indah seperti syair, Tatik memaknai hari jadi ini dengan menjelaskan perkembangan Kota Tanjungpinang dari masa ke masa.
Dikatakannya, latarbelakang penetapan hari jadi Tanjungpinang sebagai sebuah pemukiman yang tanggalnya berbeda dengan hari jadi Kota Otonom, meskipun waktu setiap tahunnya relatif berdekatan.
Tatik berharap kebersamaan dan kemajuan yang telah dicapai Tanjungpinang tersebut, dapat mendorong Tanjungpinang sebagai kota yang membanggakan. ”Keberhasilan kota ini maju, juga hasil kerja bersama,” ujarnya yang berharap kedepannya bisa lebih baik lagi.
Dalam acara tersebut, tampak tamu undangan Gubernur Kepri yang di Wakil Gubernur Kepulauan Riau HM Sani berserta istri.
Selain itu juga terlihat hadir Muspida Provinsi Kepulauan Riau dan Muspida Kota Tanjungpinang.
Juga hadir Ketua DPRD Kota Tanjungpinang beserta anggota dewan serta kepala SKPD Pemko Tanjungpinang, Ketua LAM Provinsi Kepri serta Kota Tanjungpinang, dan tokoh-tokoh masyarakat Kota Tanjungpinang.
Wakil Gubernur Kepri HM Sani dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya atas keberhasilan Suryatati selama memimpin Kota Tanjungpinang, yang telah tumbuh pesat sebagai sebuah kota yang membanggakan.
Wagub berharap, ditetapkan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri, dapat terus berkembang sebagai kota yang berpengaruh dan membanggakan tidak saja di Kepri. Setelah sambutan, Wagub menerima bingkisan oleh-oleh khas Tanjungpinang, yang disebut Wako Tatik sebagai makanan khas Tanjungpinang, yaitu Batang Buruk dan Bilis Gulung, yang merupakan produksi Dapoer Melayu.
Acara yang berlangsung dalam cuaca cerah tersebut, diakhiri dengan pegelaran tarian ”Raja Haji” yang dikemas dalam koreografi menarik oleh Sanggar Kledang.
Dalam gerakan ritmis ini menggambarkan peperangan yang dilakukan Raja Haji Fisabilillah.(dew)
Sumber: http://batampos.co.id
Tanjungpinang - Acara yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota di Senggarang ini dihadiri lima ribuan undangan dan masyarakat yang ingin menyaksikan berbagai acara yang disuguhkan.
Acara yang diawali dengan Pembacaan Gurindam 12 oleh Raja Hafizah dan Samsu, mampu membuat seluruh undangan merenungkan sejenak ajaran-ajaran yang terkandung dalam gubahan Raja Ali Haji tersebut. Raja Hafizah, yang merupakan Lurah Penyengat, dan Samsu SK, terlihat mampu menghadirkan nuansa lain dalam teknik membacakan Gurindam 12 tersebut.
Usai pembacaan Gurindam 12, acara dilanjutkan dengan laporan Ketua Pelaksana, Pokyong Kadir, yang melaporkan hal-hal yang berkaitan dengan rangkaian kegiatan hari jadi tersebut.
Sebagaimana diketahui, berbagai kegiatan diadakan sempena merayakan Hari Jadi Tahun 2010 tersebut, mulai dari ziarah ke makam tokoh dan pahlawan pada tanggal 5 Januari 2010, bakti sosial, sunatan massal 226 anak, lomba lukis 226 peserta dan diakhiri nantinya dengan malam hiburan rakyat atau panggung seni melayu pada tanggal 9 Januari 2010 di Lapangan Pamedan A Yani.
Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan dalam sambutan yang disusun dalam kata-kata yang indah seperti syair, Tatik memaknai hari jadi ini dengan menjelaskan perkembangan Kota Tanjungpinang dari masa ke masa.
Dikatakannya, latarbelakang penetapan hari jadi Tanjungpinang sebagai sebuah pemukiman yang tanggalnya berbeda dengan hari jadi Kota Otonom, meskipun waktu setiap tahunnya relatif berdekatan.
Tatik berharap kebersamaan dan kemajuan yang telah dicapai Tanjungpinang tersebut, dapat mendorong Tanjungpinang sebagai kota yang membanggakan. ”Keberhasilan kota ini maju, juga hasil kerja bersama,” ujarnya yang berharap kedepannya bisa lebih baik lagi.
Dalam acara tersebut, tampak tamu undangan Gubernur Kepri yang di Wakil Gubernur Kepulauan Riau HM Sani berserta istri.
Selain itu juga terlihat hadir Muspida Provinsi Kepulauan Riau dan Muspida Kota Tanjungpinang.
Juga hadir Ketua DPRD Kota Tanjungpinang beserta anggota dewan serta kepala SKPD Pemko Tanjungpinang, Ketua LAM Provinsi Kepri serta Kota Tanjungpinang, dan tokoh-tokoh masyarakat Kota Tanjungpinang.
Wakil Gubernur Kepri HM Sani dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya atas keberhasilan Suryatati selama memimpin Kota Tanjungpinang, yang telah tumbuh pesat sebagai sebuah kota yang membanggakan.
Wagub berharap, ditetapkan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri, dapat terus berkembang sebagai kota yang berpengaruh dan membanggakan tidak saja di Kepri. Setelah sambutan, Wagub menerima bingkisan oleh-oleh khas Tanjungpinang, yang disebut Wako Tatik sebagai makanan khas Tanjungpinang, yaitu Batang Buruk dan Bilis Gulung, yang merupakan produksi Dapoer Melayu.
Acara yang berlangsung dalam cuaca cerah tersebut, diakhiri dengan pegelaran tarian ”Raja Haji” yang dikemas dalam koreografi menarik oleh Sanggar Kledang.
Dalam gerakan ritmis ini menggambarkan peperangan yang dilakukan Raja Haji Fisabilillah.(dew)
Sumber: http://batampos.co.id


