Samarinda - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kaltim mengadakan acara Temu Pemuda Serumpun Indonesia-Malaysia-Brunai Darussalam di Samarinda, Minggu (10/01). Acara ini dihadiri juga oleh Komite Pemuda dari Nangro Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau dan Sulawesi Utara serta seluruh komite pemuda se Kalimantan.Ketua DPD KNPI Kaltim, Yunus Nusi mengatakan acara temu pemuda ini dimaksudkan untuk lebih menggalang rasa persaudaraan antar pemuda serumpun di daratan Kalimantan (Borneo) sehingga muncul rasa memiliki dan mempertahankan budaya yang ada. “Temu Pemuda Serumpun ini sebagai media untuk berkumpul dan berkomunikasi antar tiga Negara Indonesia, Malaysia khususnya Sabah dan Sarawak serta Brunai Darussalam untuk tidak terseret dalam situasi global yang terkadang memancing untuk bermusuhan,” ujarnya.
Sebagai Tuan Rumah, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyambut baik adanya temu pemuda serumpun ini sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan. Gubernur juga mengingatkan bahwa sebagai Negara serumpun, Indonesia dan Malaysia mempunyai sejarah yang panjang baik dalam bidang ekonomi, pendidikan dan budaya. “Dahulu Malaysia banyak belajar dengan Indonesia, namun kini kita kalah maju dengan Malaysia. Ini hendaknya dapat memacu kita untuk lebih giat membangun agar dapat setara kembali. Disinilah peran pemuda diperlukan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPP KNPI Pusat DR, Azis Syamsudin dalam sambutannya mengatakan terkadang konflik dan selisih faham antar Negara seperti Indonesia dan Malaysia hanya terjadi di media saja, dilapangan masyarakat justru tenang dan kehidupan berjalan seperti biasa.
“Bahkan hingga saat ini masyarakat di perbatasan Kaltim menggunakan mata uang ke dua Negara sebagai alat pembayaran, mereka (masyarakat) tidak mengenal konflik yang merugikan mereka,” ujarnya.
Acara temu pemuda serumpun ini, rencananya akan melaksanakan musyawarah dan diskusi selama dua hari (10-11/01) di Gedung Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda.(vb-01)
Sumber: http://www.vivaborneo.com
Sebagai Tuan Rumah, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyambut baik adanya temu pemuda serumpun ini sebagai wadah untuk mempererat persaudaraan. Gubernur juga mengingatkan bahwa sebagai Negara serumpun, Indonesia dan Malaysia mempunyai sejarah yang panjang baik dalam bidang ekonomi, pendidikan dan budaya. “Dahulu Malaysia banyak belajar dengan Indonesia, namun kini kita kalah maju dengan Malaysia. Ini hendaknya dapat memacu kita untuk lebih giat membangun agar dapat setara kembali. Disinilah peran pemuda diperlukan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPP KNPI Pusat DR, Azis Syamsudin dalam sambutannya mengatakan terkadang konflik dan selisih faham antar Negara seperti Indonesia dan Malaysia hanya terjadi di media saja, dilapangan masyarakat justru tenang dan kehidupan berjalan seperti biasa.
“Bahkan hingga saat ini masyarakat di perbatasan Kaltim menggunakan mata uang ke dua Negara sebagai alat pembayaran, mereka (masyarakat) tidak mengenal konflik yang merugikan mereka,” ujarnya.
Acara temu pemuda serumpun ini, rencananya akan melaksanakan musyawarah dan diskusi selama dua hari (10-11/01) di Gedung Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim di Samarinda.(vb-01)
Sumber: http://www.vivaborneo.com


