Rabu, 06 Januari 2010

Saung Angklung Udjo Merambah Dunia

Bandung - Tidak mudah untuk melestarikan kebudayaan dan tradisi di tengah modernisasi saat ini. Salah satu yang terus bertahan hingga kini adalah Saung Angklung Mang Udjo di Bandung, Jawa Barat. Melalui tangan dingin Mang Udjo, seni tradisi diramu dengan manajemen profesional sekaligus meningkatkan ekonomi industri kecil.

Cerita berawal dari kecintaan almarhum Udjo Ngalagena terhadap seni dan budaya Sunda. Pak Udjo, seniman dan pendidik selalu membagi keahlian bermain angklungnya kepada anak anak sekitar, termasuk kepada 10 anaknya.

Saung Udjo pun terus berkembang dengan bisnis utama pertunjukan dan produksi angklung. Setiap pekannya saung ini mendatangkan 300 wisatawan mancanegara. "Biasanya wisatawan dari luar negeri menginap di sini selama tiga bulan untuk mempelajari angklung," jelas Satria Yanuar Akbar, Direktur Operasional Saung Angklung Udjo dalam dialog Liputan 6 Pagi SCTV, Sabtu (2/1).

Bahkan, tak sedikit dari angklung ini yang diekspor ke Korea Selatan. Tidak sampai di situ, menurut Satria ada 8.000 sekolah di Korsel yang mempelajari angklung sebagai mata pelajaran. "Angklung ini dapat menjadi sarana diplomasi budaya yang cukup efektif," ujar Satria.

Untuk memproduksi 19 ribu angklung per bulannya, saung ini menerapkan pola kemitraan dengan penduduk sekitar. Saung ini juga sudah membina 11 kelompok pengrajin angklung, sehingga ada sinergi saling menguntungkan antara Saung Udjo dan pengrajin.

Kalau para turis mancanegara saja menyukai angklung sebagai tradisi asli Indonesia, sudah seharusnya bangsa Indonesia juga memelihara dan melestarikannya. Jangan sampai nada-nada indah dari angklung di kemudian hari diakui bangsa lain.(ADO)

Sumber: http://berita.liputan6.com