Bengkulu - Seniman Bengkulu menggelar lomba melukis bertema "melukis bencana" yang merupakan rangkaian dari kegiatan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Bengkulu dengan tema umum "Mari Bicara Bencana", Kamis.
"Seniman terlibat dalam penyelenggaraan bencana terlibat dalam kegiatan pengurangan resiko bencana ini dengan menggelar lomba melukis tentang bencana," kata Perupa Bengkulu, Dedy Junaidi Kijoen dari lembaga komunitas Sampan Kayu.
Lomba lukis kategori umum tersebut diikuti 40 pelukis sebagian besar menggambarkan bencana yang terjadi akibat ulah manusia.
Selain menjadi media kreativitas para pelukis juga untuk menyampaikan pesan tentang siaga bencana. "Lukisan-lukisan ini juga berbicara tentang bencana, jadi tidak harus melalui dialog dan penyebaran informasi tetapi bisa lewat media lukis," kata dia.
Setelah menilai 40 lukisan tentang siaga bencana tersebut, panitia lomba memutuskan lukisan Rommi Rustam sebagai pemenang pertama, Medy Kurniawan sebagai pemenang kedua dan Rio sebagai pemenang ketiga.
Penghargaan dari panitia juga diberikan kepada dua pelukis lainnya yaitu Baba Klasic dan Iwan. "Penilaiannya lebih kepada bagaimana lukisan itu bisa dibaca dan dipahami dengan mudah oleh semua masyarakat yang melihatnya," katanya.
Sementara itu Ketua Forum PRB Bengkulu, Nurcholis Sastro mengatakan penyebarluasan informasi bencana bisa dilakukan dengan berbagai media salah satunnya adalah lukisan.
"Kegiatan hari ini bertema "Mari Bicara Bencana", tidak hanya lewat dialog, tapi bisa lewat musik, lukisan, dan teknologi," ungkapnya.
Forum PRB memiliki visi menyelamatkan dan melindungi masyarakat Bengkulu dari resiko bencana.
Sementara misinya yakni memperkuat kapasitas antar lembaga dan komunitas dalam mengurangi resiko bencana serta menjadi penggerak perubahan kebijakan dan pengarus utamaan PRB dalam program pembangunan daerah. "Tujuannya adalah masyarakat mampu melakukan adaptasi dan mengurangi resiko dampak bencana," ujarnya.
Saat ini terdapat 53 lembaga yang menjadi anggota forum PRB yang merupakan lintas sektor antara lain dinas/instansi, perguruan tinggi, dunia usaha, media massa dan lembaga swadaya masyarakat serta organisasi masyarakat.
"Forum ini menjadi wadah yang berperan untuk menguatkan lembaganya dalam setiap aktivitas pengurangan resiko bencana," katanya.
Sumber: http://oase.kompas.com
"Seniman terlibat dalam penyelenggaraan bencana terlibat dalam kegiatan pengurangan resiko bencana ini dengan menggelar lomba melukis tentang bencana," kata Perupa Bengkulu, Dedy Junaidi Kijoen dari lembaga komunitas Sampan Kayu.
Lomba lukis kategori umum tersebut diikuti 40 pelukis sebagian besar menggambarkan bencana yang terjadi akibat ulah manusia.
Selain menjadi media kreativitas para pelukis juga untuk menyampaikan pesan tentang siaga bencana. "Lukisan-lukisan ini juga berbicara tentang bencana, jadi tidak harus melalui dialog dan penyebaran informasi tetapi bisa lewat media lukis," kata dia.
Setelah menilai 40 lukisan tentang siaga bencana tersebut, panitia lomba memutuskan lukisan Rommi Rustam sebagai pemenang pertama, Medy Kurniawan sebagai pemenang kedua dan Rio sebagai pemenang ketiga.
Penghargaan dari panitia juga diberikan kepada dua pelukis lainnya yaitu Baba Klasic dan Iwan. "Penilaiannya lebih kepada bagaimana lukisan itu bisa dibaca dan dipahami dengan mudah oleh semua masyarakat yang melihatnya," katanya.
Sementara itu Ketua Forum PRB Bengkulu, Nurcholis Sastro mengatakan penyebarluasan informasi bencana bisa dilakukan dengan berbagai media salah satunnya adalah lukisan.
"Kegiatan hari ini bertema "Mari Bicara Bencana", tidak hanya lewat dialog, tapi bisa lewat musik, lukisan, dan teknologi," ungkapnya.
Forum PRB memiliki visi menyelamatkan dan melindungi masyarakat Bengkulu dari resiko bencana.
Sementara misinya yakni memperkuat kapasitas antar lembaga dan komunitas dalam mengurangi resiko bencana serta menjadi penggerak perubahan kebijakan dan pengarus utamaan PRB dalam program pembangunan daerah. "Tujuannya adalah masyarakat mampu melakukan adaptasi dan mengurangi resiko dampak bencana," ujarnya.
Saat ini terdapat 53 lembaga yang menjadi anggota forum PRB yang merupakan lintas sektor antara lain dinas/instansi, perguruan tinggi, dunia usaha, media massa dan lembaga swadaya masyarakat serta organisasi masyarakat.
"Forum ini menjadi wadah yang berperan untuk menguatkan lembaganya dalam setiap aktivitas pengurangan resiko bencana," katanya.
Sumber: http://oase.kompas.com


