Kamis, 07 Januari 2010

Takjub Keindahan Alam dan Keramahan SumutTakjub Keindahan Alam dan Keramahan Sumut

Manado -Sulut patut berbangga. Iven international Sail Bunaken 12-20 Agustus sukses dan makin menancapkan nama Sulut harum di seantero dunia. Tak hanya itu, imej Indonesia yang terlanjur merah akibat ulah teroris langsung lenyap disapu kesuksesan Sail Bunaken.

Admiral Amerika Serikat Gary Roughead mengatakan, dirinya akan lebih sering berlibur ke Sulut, yang dujulukinya The Land of The Smiling People ini. Karena dengan alasan keamanan inilah, dirinya tidak khawatir mengirimkan 5 kapal perang untuk berpartisipasi dalam Sail Bunaken. “Saya bangga dengan Sulut, bangga dengan keamanannya dan bangga dengan keramahtamahan masyarakatnya,” kata Gary.

Senada, Rear Admiral Jepang Mashao Kawamura menyatakan, dirinya merasa seperti di daerah sendiri. Kenyamanan di Sulut, lanjut dia, sangat terasa. Seperti kesan pertamanya saat bersama pasukannya memasuki wilayah perairan Sulut. “Luar biasa (Amazing),” kata Kawamura.

Menurutnya, gugusan kepulauannya tertata indah. Hijau daratan dengan hiasan pasir putih di bibir pantai, menambah kesan kedamaian.

Sama halnya ketika ia melihat Gunung Klabat menjulang tinggi ke angkasa, dengan kepulan awan menutup sebagian puncaknya. Kawamura mengatakan, dirinya seperti melihat gunung Fujiyama di Jepang, yang bagian puncaknya tertutupi salju. Sangat mirip dengan Jepang. “Jadi, saya tidak merasa seperti orang asing, tetapi seperti orang Sulut,” ujarnya dengan hiasan senyum di bibirnya.

Ia menambahkan, lebih kental sekali ketika pagelaran musik tradisonal yang menggunakan alat musik dari bambu dan gendang saat mengiringi tarian tardisional. “Saya senang sekali mendengar irama musik tradisional dari Sulut ini,” nilai Kawamura.

Kesan yang sama diungkapkan Admiral Malaysia Tan Sri Dato’ Sri Abdul Aziz Jaafar. Menurutnya, Sulut kotanya cantik. Udaranya enak dan bersih, lautnya biru dan pulaunya berpasir putih. Pun penduduknya sangat ramah, suka memberikan senyum saat bertemu. “Saya senang berada di sini,” ujarnya.

Ribuan pelaut yang berlayar ke Sulut untuk berpartisipasi dalam kegiatan Sail Bunaken, semuanya memberikan kesan yang baik. Sulut bagi mereka, sudah menyambut dengan sangat luar biasa. Karena itu, mereka tidak menyesal berpartisipasi, bahkan berterima kasih mengingat telah disambut baik. Keamanan dan keramahtamahan masyarakat Sulut patut diacungi jempol.

Pantauan koran ini, ribuan penyelam dan pelaut dari 33 negara peserta Sail Bunaken mulai meninggalkan Bumi Nyiur Melambai, kemarin. Mereka takjub keindahan dan kedamaian, provinsi paling utara di ibu pertiwi.

Kepulangan para pelaut melalui jalur laut maupun udara. Semua penerbangan di Bandara Sam Ratulangi full mengangkut para tamu yang mengikuti iven Sail Bunaken. Baik Silk Air tujuan Singapura dan Batavia Air, Garuda, Lion Air tujuan Jakarta.

Kepada koran ini, para pelaut asing mengaku sangat puas menyaksikan helatan Sail Bunaken. Patricia dari Inggris mengatakan, dia sudah hampir dua pekan berada di Manado. Dia sengaja datang Manado untuk melihat Sail Bunaken. ”Keluarga saya adalah keluarga pelaut. Saya sangat menyukai laut. Ini kunjungan saya pertama di Manado, ternyata Manado itu memang kota yang indah,” ujar Patricia tersenyum.

Dia mengaku, setelah mengunjungi Manado, akan langsung ke Singapura. ”Mudah-mudahan bisa kembali di Manado, saya sangat menyukai kota ini. Saya yakin, Sail Bunaken, bisa jadi iven yang mampu membawa teman-teman saya datang di Manado,” tukasnya, sembari berpamitan. ”Bye Manado, bye Sail Bunaken. See you later,” tandasnya.

Joel Odion, dari Prancis mengaku datang ke Manado membawa serta anak dan istrinya. ”Wouw, Manado adalah tempat yang sangat indah, menakjubkan dan pantas dikunjungi,” katanya saat diwawancarai koran ini. Dia mengungkapkan, dua tahun lalu pernah datang Manado. Dia tak menyangka perubahannya sangat besar. ”Layanan publiknya sudah lebih baik. Apalagi pas Sail Bunaken, Manado menunjukkan tontonan yang tak ada duanya. Yang tak berubah, masyarakat tetap ramah,” ujar Joel diiyakan Stacy dan Laurie. ”Untuk keamanan, tak diragukan lagi. Kami aman di sini. Mudah-mudahan liburan tahun depan, kami kembali lagi. Terima kasih untuk semua. Sail Bunaken meninggalkan kesan yang indah bagi saya dan keluarga,” tuturnya.

Danlantamal VIII Willem Rangangiley terlihat berada di bandara. Dengan ramah, dia mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih untuk kedatangan semua delegasi. ”Jangan lupakan Manado,” ujarnya pendek kepada beberapa delegasi Sail Bunaken.

Kemarin, delegasi Amerika Serikat, New Zealand, Prancis, Inggris, Jepang, Korea, Singapura dan Malaysia, mulai meninggalkan Manado. ”Kami pasti akan kembali lagi,” pungkas delegasi Amerika Serikat. (fir/mg-02)

Sumber: http://mdopost.com