Selasa, 12 Januari 2010

Tiga Panggung dengan Atraksi Berbeda

Oleh Yuliana Dewi, Tanjungpinang

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemko Tanjungpinang bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kota Tanjungpinang disajikan dalam konsep pesta rakyat yang apik dengan menyediakan tiga panggung yang menyajikan atraksi budaya dan seni.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB, di panggung utama, kegiatan seremoni pembukaan dilakukan. Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan dalam sambutannya mengatakan berbagai kemajuan yang telah dirasakan seluruh masyarakat. ”Semoga, apa yang sudah diraih saat ini, ke depannya bisa lebih disempurnakan,” harapnya.

Selain itu, Wali Kota juga menyebutkan, dengan jumlah penduduk yang terus berkembang dengan pesat, sebagai konsekuensi daya tarik kota yang terus berkembang, tentunya permasalahan dan tantangan ke depan akan semakin berat. Setelah kegiatan seremoni pembukaan yang berlangsung singkat tersebut, masyarakat langsung disuguhi berbagai atraksi dan penampilan seni, di antaranya pembacaan Gurindam 12 yang disampaikan oleh Raja Abdurrahman dan Raja Hafizah.

Setelah itu, berbagai tarian, baik tarian tradisi maupun kreasi, ditampilkan secara menarik, di antaranya tarian Payung Negeri dari Sanggar Lembayung, tarian Madah Gurindam dari Sanggar Budaya Warisan Penyengat, tarian Gemerlap Selembayung dari Sanggar Selembayung, tari Sambar Menyambar dari Sanggar Kledang, dan masih banyak tarian yang ditampilkan.

Demikian juga penampilan Sanggar Celoteh Budak Sebauk, yang sudah dikenal baik di tingkat Provinsi Kepri maupun nasional, menampilkan Celoteh ”Negeri kunang-kunang”. Celoteh yang di antaranya menyindir kondisi kota dengan listrik yang byar pet tersebut, disebut seperti kunang-kunang yang cahayanya berkedip-kedip. Celoteh Budak Sebauk tampil begitu atraktif dan memancing tawa penonton.

Di panggung utama juga ditampilkan nyanyian yang ditampilkan penyanyi-penyanyi berbakat yang dimiliki Tanjungpinang. Acara yang dipandu MC Agus Santika dan Rima tersebut, dapat menghibur penonton di panggung utama.

Sumber: http://batampos.co.id