Tanjungpinang - Proses perubahan status Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) dari universitas swasta menjadi negeri segera terwujud.
Pasalnya serah terima aset dari Gubernur Kepri kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Dirjen Dikti akan dilaksanakan Sabtu (16/1) nanti di Gedung Daerah Tanjung Pinang sekitar pukul 14.00 WIB.
“Dengan penyerahan aset ini, akhirnya perjuangan yang kita lakukan selama kurang lebih dua tahun 14 hari, membuahkan hasil. Tahun ini Kepri miliki universitas negeri,” kata Rektor Umrah, Prof Dr Maswardi M Amin.
Masih kata Maswardi, semua ini dapat terlaksana berkat doa restu yang diberikan seluruh masyarakat Kepri. Meski dalam proses penegriannya sempat beberapa kali tertunda, namun akhirnya terwujud juga.
Setelah ini, Umrah yang sudah berdiri sejak Januari 2008 lalu akan terus berbenah. Walaupun Naskah Akademik, Aset SDM, dan yang lainnya sudah dimiliki, namun tetap saja ada yang jarus disiapkan. Misalnya dengan penambahan beberapa program studi (prodi) baru. “Hal ini dilakukan untuk mendukung Umrah sebagai Universitas Negeri pertama di Kepri,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan Maswardi, Umrah akan mengembangkan jurusan andalan di bidang kemaritimin. Sebab sebagai provinsi yang dikelilingi oleh lautan, ilmu kemaritiman sangat diperlukan untuk mengembangkan Kepri.
“Tetapi Umrah juga tidak akan melupakan program studi lainnya,” ucap Maswardi.
Saat ini, terang Maswardi, Umrah baru memiliki lima fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan (FIKP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), dan Fakultas Teknik. Ke depan, Umrah akan menambah delapan program studi (prodi).
Mulai dari Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Fisika. Kemudian program studi matematika, biologi, ilmu hukum, ilmu komunikasi dan sumberdaya perairan.
“Dengan menjadi Universitas Negeri yang memiliki berbagai Prodi, diharapkan Umrah akan menjadi salah satu universitas terkemuka yang dapat menghasilkan lulusan terbaik untuk anak asli daerah dan yang lainnya,” tu-kasnya.(mat/rpg)
Sumber: http://www.riaupos.com
Pasalnya serah terima aset dari Gubernur Kepri kepada Menteri Pendidikan Nasional melalui Dirjen Dikti akan dilaksanakan Sabtu (16/1) nanti di Gedung Daerah Tanjung Pinang sekitar pukul 14.00 WIB.
“Dengan penyerahan aset ini, akhirnya perjuangan yang kita lakukan selama kurang lebih dua tahun 14 hari, membuahkan hasil. Tahun ini Kepri miliki universitas negeri,” kata Rektor Umrah, Prof Dr Maswardi M Amin.
Masih kata Maswardi, semua ini dapat terlaksana berkat doa restu yang diberikan seluruh masyarakat Kepri. Meski dalam proses penegriannya sempat beberapa kali tertunda, namun akhirnya terwujud juga.
Setelah ini, Umrah yang sudah berdiri sejak Januari 2008 lalu akan terus berbenah. Walaupun Naskah Akademik, Aset SDM, dan yang lainnya sudah dimiliki, namun tetap saja ada yang jarus disiapkan. Misalnya dengan penambahan beberapa program studi (prodi) baru. “Hal ini dilakukan untuk mendukung Umrah sebagai Universitas Negeri pertama di Kepri,” ujarnya.
Kemudian dilanjutkan Maswardi, Umrah akan mengembangkan jurusan andalan di bidang kemaritimin. Sebab sebagai provinsi yang dikelilingi oleh lautan, ilmu kemaritiman sangat diperlukan untuk mengembangkan Kepri.
“Tetapi Umrah juga tidak akan melupakan program studi lainnya,” ucap Maswardi.
Saat ini, terang Maswardi, Umrah baru memiliki lima fakultas yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Kelautan dan Ilmu Perikanan (FIKP), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip), dan Fakultas Teknik. Ke depan, Umrah akan menambah delapan program studi (prodi).
Mulai dari Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika dan Fisika. Kemudian program studi matematika, biologi, ilmu hukum, ilmu komunikasi dan sumberdaya perairan.
“Dengan menjadi Universitas Negeri yang memiliki berbagai Prodi, diharapkan Umrah akan menjadi salah satu universitas terkemuka yang dapat menghasilkan lulusan terbaik untuk anak asli daerah dan yang lainnya,” tu-kasnya.(mat/rpg)
Sumber: http://www.riaupos.com


