“Padahal cerita-cerita rakyat yang merupakan salah satu bentuk kearifan lokal penuh dengan nasihat-nasihat yang sangat bermanfaat untuk generasi muda,” kata Wardijah, Kepala Sub Bidang Layanan Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Utara di Medan, Rabu [17/06].
Cerita rakyat bagi bangsa Indonesia sudah menjadi kekayaan budaya sejak dahulu dan selama ini kekayaan itu terpendam dalam komunitas terbatas, seperti dalam ingatan orangtua atau para pendongeng dalam lingkungan mereka sendiri.
Badan Perpustakaan Daerah Sumut (Baperdasu), kini mulai menggalakkan kembali cerita rakyat tersebut khususnya di kalangan pelajar, sehingga cerita rakyat tidak terus dilupakan oleh generasi muda.
Tujuannya, melestarikan budaya Indonesia agar cerita rakyat tidak dilupakan dan hilang dari masyarakat. Terkait hal tersebut, Baperdasu pada tahun ini akan menyelenggarakan sayembara penulisan cerita rakyat. Kegiatan itu diharapkan akan membangkitkan kembali gairah kecintaan masyarakat kepada cerita rakyat.
“Dengan demikian, kekhawatiran terhadap efek negatif era globalisasi dan pasar bebas yang menyerbu negeri kita dapat ditangkal dengan kepercayaan diri dan tanpa rasa takut akan kehilangan identitas budaya yang menjadi kebanggaan bangsa,” ucapnya.
Sayembara ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap budaya bangsa, khususnya cerita rakyat, mendorong kreativitas masyarakat dalam menulis cerita rakyat, mengumpulkan cerita rakyat dan mentransformasikannya dari lisan ke tulisan. Saat ini di Baperdasu ada 15 karya cerita rakyat yang sudah dipindahkan dalam bentuk tulisan. Salah satunya adalah cerita legenda Putri Hijau. ( ant )
Sumber: http://beritasore.com


