Manado - Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Sarundajang mengatakan, pesta adat tulude membangkitkan rasa persatuan dan kebersamaan dalam membangun bangsa.
"Kegiatan ini mempererat tali kebersamaan dan persaudaraan serta akan menggelorakan semangat untuk membangun," kata Sarundajang pada acara Tulude di Manado, Jumat (29/1/2010) malam.
Kegiatan Tulude sebagai ucapan syukur masyarakat Nusa Utara, yakni Kabupten Sangihe dan Talaud, yang ada di Manado tersebut dilaksanakan di Lapangan Tikala Manado, dihadiri antara lain tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat di daerah itu.
Sarundajang mengatakan, tulude sarat dengan nilai-nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta nilai-nilai yang akan memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam melaksanakan pembangunan.
"Pesta adat ini merupakan kewajiban kita semua untuk terus melestarikannya karena sebagai aset daerah maupun bangsa," katanya.
Dia memberikan apresiasi yang positif serta bangga kepada masyrakat Nusa Utara karena mampu mempertahankan budaya lokal yang sarat dengan religius itu.
Ketua umum pelaksana Tulude Nusa Utara 2010, Lederik Takaendengan, mengatakan, tulude merupakan ucapan syukur warga Nusa Utara kepada Tuhan karena berhasil melawati tahun 2009 serta memohon perlindungan penyertaan Tuhan pada tahun 2010 supaya diberikan keselamatan dan kesejahteraan.
Kegiatan ini dijadikan momentum warga Nusa Utara untuk ikut aktif membangun Sulawesi Utara menuju kesejahteraan bersama.
Sumber: http://oase.kompas.com
"Kegiatan ini mempererat tali kebersamaan dan persaudaraan serta akan menggelorakan semangat untuk membangun," kata Sarundajang pada acara Tulude di Manado, Jumat (29/1/2010) malam.
Kegiatan Tulude sebagai ucapan syukur masyarakat Nusa Utara, yakni Kabupten Sangihe dan Talaud, yang ada di Manado tersebut dilaksanakan di Lapangan Tikala Manado, dihadiri antara lain tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pejabat di daerah itu.
Sarundajang mengatakan, tulude sarat dengan nilai-nilai keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta nilai-nilai yang akan memberikan motivasi bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam melaksanakan pembangunan.
"Pesta adat ini merupakan kewajiban kita semua untuk terus melestarikannya karena sebagai aset daerah maupun bangsa," katanya.
Dia memberikan apresiasi yang positif serta bangga kepada masyrakat Nusa Utara karena mampu mempertahankan budaya lokal yang sarat dengan religius itu.
Ketua umum pelaksana Tulude Nusa Utara 2010, Lederik Takaendengan, mengatakan, tulude merupakan ucapan syukur warga Nusa Utara kepada Tuhan karena berhasil melawati tahun 2009 serta memohon perlindungan penyertaan Tuhan pada tahun 2010 supaya diberikan keselamatan dan kesejahteraan.
Kegiatan ini dijadikan momentum warga Nusa Utara untuk ikut aktif membangun Sulawesi Utara menuju kesejahteraan bersama.
Sumber: http://oase.kompas.com


