Sejumlah komodo (Varanus komodoensis) menunggu pemberian pakan yang diberikan pawang di kandang komodo di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur, Kamis (20/8). KBS sukses menjadi tempat penangkaran komodo di luar habitat aslinya dengan jumlah koleksi ada 82 ekor dari awalnya hanya sepasang yang didatangkan dari Pulau Komodo pada tahun 1980-an. Beberapa komodo hasil penangkaran KBS pernah dikirim ke sejumlah kebun binatang di Jerman dan Afrika Selatan untuk program pertukaran satwa.KUPANG, — Hasil voting terhadap binatang komodo sebagai salah satu keajaiban dunia anjlok dari posisi tujuh besar per Januari 2009-Januari 2010 menjadi 14 besar per Februari 2010. Artinya, promosi komodo melalui internet oleh bangsa Indonesia dan masyarakat ASEAN menurun.
Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Nusa Tenggara Timur Ans Takalapeta di Kupang, Kamis (4/2/2010), mengatakan, sangat disayangkan masyarakat Indonesia yang tersebar di 32 provinsi dan masyarakat ASEAN tidak memberikan dukungan maksimal terhadap komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.
"Posisi kita dalam voting yang tadinya berada pada 1-7 keajaiban dunia sekarang 1-14 keajaiban dunia. Artinya, dukungan terhadap komodo menurun. Jika semua warga Indoenesia dan ASEAN masing-masing memberi voting lewat internet, posisi kita pasti terangkat, bukan anjlok," kata Takalapeta.
Jika komodo masuk nominasi tujuh keajaiban dunia yang diputuskan Desember 2011, Nusa Tenggara Timur akan menjadi New Tourism Teritory (NTT). Ayo, kesempatan masih terbuka. Mari bangsa Indonesia dan ASEAN mempertahankan keunikan yang mendunia ini, ujarnya.
Sumber : http://travel.kompas.com


