Selasa, 26 Oktober 2010

Ada Pawai Budaya Juga

BANJARMASIN - Festival Budaya Pasar Terapung 2010 dan Hari Tata Ruang Dunia akan segera digelar yaitu sejak Sabtu (25/9/2010) hingga Senin (27/9/2010).

Festival dalam rangka melestarikan budaya nenek moyang Banjar ini memang digelar secara besar-besaran. Pesertanya pun berasal dari 13 kabupaten/kota yang ada di Kalsel.

Diawali dengan pembukaan pada Sabtu nanti, acara akan diramaikan oleh berbagai atraksi atau penampilan kesenian dari 13 kabupaten/kota tersebut. "Mereka akan menampilkan kesenian dari masing-masing daerah. Dari sini akan menunjukkan beragamnya budaya kita," kata Kepala Bidang Kebudayaan dan Kesenian Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kalsel, Merah Yusirwan Bangsawan.

Pawai ini sendiri, ditambahkan oleh Sekertaris Panitia Festival Budaya ini, Siti Rabiatul Adawiyah, akan dimulai pada pukul 09.30 wita. Garis mulai pawai sendiri akan dilakukan dari depan Hotel Batung Batulis. "Dari situ, akan berakhir di depan panggung utama di depan Kantor Gubernur," ujar perempuan berkulit putih ini, ketika ditemui saat menghadiri Halal Bihalal Alumni SMAN Mulawarman di kediaman Pimpinan Umum BPost, HG Rusdi Effendi AR.

Yusirwan pun menambahkan jika dengan adanya pawai budaya ini, akan semakin menambah kemajemukan budaya di Kalsel. Diharapkannya, akan mampu membangun Banua lewat keragaman tersebut. "Ini merupakan kekuatan untuk membangun kesatuan Kalsel yang utuh, bukan untuk melemahkan," jelasnya, Sabtu (18/9) malam.

Usai pawai, akan dilanjutkan dengan pembukaan. Acara akan dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin. Direncanakan, pada pembukaan Sabtu nanti, turut hadir pula Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kehadiran pria asli Bali tersebut. "Jadwal Pak Menteri padat. Kami belum tahu apakah bisa datang atau tidak. Biasanya, kalau dia berhalangan, yang datang utusannya. Kalau ada perwakilan begitu, belum jelas juga siapa orangnya," imbuh Sekertaris Disporbudpar, H Akhmad Gazali, ketika ditemui beberapa waktu lalu.

Acara ini bebas dibuka untuk warga yang ingin menyaksikannya. Di hari yang sama, usai pembukaan pengunjung festival juga akan dihibur oleh bermacam-macam atraksi permainan dari 13 kabupaten/kota tersebut.

Di antaranya, adalah permainan-permainan rakyat Banjar yang sudah langka. Misalnya, Bagandut, Japen, Titi Tali, Naik Sigai, dan sebagainya. Festival budaya ini juga sekaligus dibarengi dengan peringatan Hari Tata Ruang Dunia yang tepat jatuh pada Sabtu (25/9) nanti.

Sumber : http://www.banjarmasinpost.co.id