
JAKARTA, - Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan Festival Budaya Internasional 2010 pada 13-14 Oktober 2010 di Kampus UNAS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Festival bertema 'Culture Tolerance Across Asia. Festival' ini akan menghadirkan berbagai jenis produk kebudayaan dari negara-negara asia seperti Malaysia, Yordania, Iran, Korea Selatan, Jepang, China, Uni Emirat Arab, Vietnam, serta Filipina.
Kegiatan ini diharapkan dapat mengeliminasi konflik-konflik, meningkatkan perdamaian dunia, serta kerjasama antarbangsa.
-- Suhanto
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan (Fisip) UNAS Suhanto di Jakarta, Rabu (13/10/2010), mengatakan, pelaksanaan Festival Budaya Internasional 2010 diprakarsai oleh mahasiswa UNAS jurusan Hubungan Internasional. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkolaborasikan nilai-nilai kebudayaan bangsa-bangsa di dunia.
"Selain itu untuk dapat mengeliminasi konflik-konflik, meningkatkan perdamaian dunia, serta kerjasama antarbangsa," ujar Suhanto.
Sementara itu, Head of Culture Iran, Mohammad Alirabbani, mengatakan, di dunia saat ini banyak terjadi perang dan konflik antarmanusia. "Dan yang tersisa hanyalah kebudayaan. Satu-satunya jalinan yang ditinggalkan nenek moyang kita hingga sekarang adalah kebudayaan," ujar Alirabbani.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, menambahkan, festival internasional semacam ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan khasanah budaya masing-masing negara peserta.
Dia menambahkan, pihak perguruan tinggi bisa menjadi agen pembangunan dan promosi kebudayaan. "Pertukaran informasi dan bisa memperkenalkan bangsa sehingga bisa menjadi daya tarik turis asing untuk datang ke Jakarta," lanjut Arie.
Sumber : http://edukasi.kompas.com
Kegiatan ini diharapkan dapat mengeliminasi konflik-konflik, meningkatkan perdamaian dunia, serta kerjasama antarbangsa.
-- Suhanto
Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pengetahuan (Fisip) UNAS Suhanto di Jakarta, Rabu (13/10/2010), mengatakan, pelaksanaan Festival Budaya Internasional 2010 diprakarsai oleh mahasiswa UNAS jurusan Hubungan Internasional. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkolaborasikan nilai-nilai kebudayaan bangsa-bangsa di dunia.
"Selain itu untuk dapat mengeliminasi konflik-konflik, meningkatkan perdamaian dunia, serta kerjasama antarbangsa," ujar Suhanto.
Sementara itu, Head of Culture Iran, Mohammad Alirabbani, mengatakan, di dunia saat ini banyak terjadi perang dan konflik antarmanusia. "Dan yang tersisa hanyalah kebudayaan. Satu-satunya jalinan yang ditinggalkan nenek moyang kita hingga sekarang adalah kebudayaan," ujar Alirabbani.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, menambahkan, festival internasional semacam ini bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan khasanah budaya masing-masing negara peserta.
Dia menambahkan, pihak perguruan tinggi bisa menjadi agen pembangunan dan promosi kebudayaan. "Pertukaran informasi dan bisa memperkenalkan bangsa sehingga bisa menjadi daya tarik turis asing untuk datang ke Jakarta," lanjut Arie.
Sumber : http://edukasi.kompas.com


