Senin, 15 November 2010

Dinas Pendidikan Batam Gesa Kemajuan Pendidikan di Hinterland

Bersinergi dengan Masyarakat Tempatan
Batam- Dinas Pendidikan Kota Batam dan masyarakat tempatan sepakat bersinergi menggesa kemajuan pendidikan di Hinterland. Komitmen melibatkan peran masyarakat tempatan dalam mendorong kemajuan pendidikan itu disepakati dalam sebuah pertemuan informal antara Ketua Pendiri Perpat Saparuddin Muda, Ketua Perpat Batam Suardi Taherek dan Ketua Pemuda Daerah Bersatu (PDB) Kota Batam Awang Rajab dan sejumlah tokoh lainnya.

Pendiri Perpat Kota Batam Saparuddin Muda menyatakan, kesepakatan ini terbangun karena dorongan dari masyarakat yang merasa prihatin atas kondisi pendidikan di Hinterland. Apalagi, pada lulusan tahun 2006 lalu, banyak siswa dan siswi di Hinterlang tidak lulus belajar.

"Makanya kita sepakat bersama Dinas Pendidikan bergandeng tangan mendorong kemajuan pendidikan di kawasan kepulauan," ujar Sapar.

Tokoh muda yang diberi gelar ada Melayu, Putra Kelana Jaya ini menambahkan, kesepakatan ini juga sebuah bukti bahwa masyarakat tempatan mendukung kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan sekarang dengan sepenuh hati. Walaupun awalnya, sempat terjadi penolakan. "Awalnya tidak sependapat. Tapi setelah bertemu, diskusi panjang lebar, kami meperoleh titik temu. Yakni, bagaimana menatap pembangunan pendidikan di Hinterland agar menjadi maju," imbuhnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Drs. Makmur mengaku menyambut baik upaya ini. Dia menghargai keinginan tokoh-tokoh tempatan untuk bersama-sama Dinas Pendidikan mendorong kemajuan pendidikan di Hinterland. "Saya senang sekaligus bangga atas inisiatif bersama ini. Karena partisipasi masyarakat dalam peningkatan mutu pendidikan sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan, tutur Makmur.

Atas kesepakatan ini, Makmur pun berharap Pemko Batam mendukung hal ini. Satu hal yang penting dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Hinterland adalah ketersediaan transportasi bagi siswa, sehingga mereka tidak terkendala untuk berangkat ke sekolah.

"Tentunya juga menurut saya, semua ini tidak terlepas pada ketersediaan guru yang cukup dan berkualitas dalam mendorong pembangunan pendidikan di Hinterland ini," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Perpat Kota Batam, Suardi Taherek menyatakan, upaya peningkatan pendidikan itu bagian dari keinginan bersama meningkatkan taraf hidup masyarakat Hinterland. Sebab pendidikan adalah modal untuk meraih peluang-peluang yang ada.

"Kalau selama ini mereka tergantung hanya menjadi nelayan. Nah, nanti ketika laut tidak memberikan kesejahteraan pada mereka. Generasi masyarakat tempatan kan bisa beralih bekerja pada sektorlain selain nelayan. Seperti menjadi PNS, bekerja di perusahaan yang ada di Batam dan bergerak di bidang usaha selain nelayan," sambung Suardi.

Sumber : Batam Post