Rumput Laut Diolah Jadi Makanan Olahan
Wangi-wangi- Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), melalui Direktorat Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil menyelenggarakan pelatihan pengolahan rumput laut menjadi makanan dan minuman olahan. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari (5-6/7) ini diikuti oleh 30 perwakilan ibu-ibu nelayan Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Jenis makanan olahan berbahan dasar rumput laut kering yang diajarkan pada ibu-ibu nelayan ini berupa Dodol Rumput Laut, Selai Rumput Laut, Minuman Rumput Laut dan Manisan Rumput Laut.
Iwan Setiawan, Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Ekosistem Pulau-pulau Kecil, DKP RI mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir (PEMP) yang lebih mengarah pada peningkatan kapasitas ibu-ibu nelayan.
”Kita tahu bahwa ibu-ibu nelayan itu punya peran yang besar dalam mengatur ekonomi keluarga, sehingga pemberdayaan nelayan tidak hanya kita berikan pada bapak-bapak nelayannya saja. Harapan kita dengan kemampauan mengelola sumber daya lokal ini ekonomi mereka dapat terbantu,” katanya.
Tidak hanya itu, Dalam kegiatan ini peserta juga dibekali materi pengelolaan keuangan dan manajemen pasar. Harapannya, keterampilan yang telah diperoleh nantinya dapat dikembangkan menjadi industri rumah tangga (home industry) yang dapat memenuhi kebutuhan lokal dan bukan tidak mungkin jika manajemen pemasarannya dikelola dengan baik akan mampu diperluas ke daerah lain.
Untuk memberikan stimulan agar peserta pelatihan dapat segera memulai usaha ini, pihak penyelenggara dalam hal ini DKP RI membagi peserta pelatihan menjadi tiga kelompok yang masing-masing diberikan peralatan untuk mengelola rumput laut.
”Saya rasa di Wakatobi ini tidak memiliki kendala lagi jika ibu-ibu peserta mau memulai usaha ini, karena masalah permodalan dapat mengajukan pinjaman pada koperasi yang mengelola dana PEMP,” jelas Iwan.
Apalagi jika koperasi tersebut bisa diajak bekerja sama memasarkan produk hasil olahan rumput laut ini. “Kalau dengan cara seperti ini maka program PEMP akan berjalan dengan baik karena satu dengan lainya saling mendukung dan membutuhkan,” ucapnya yakin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi, Drs. LD. Hajifu, Msi. Menambahkan, ke depan pihaknya akan mengembangkan kegiatan ini sehingga ibu-ibu nelayan di Wakatobi akan memiliki keterampilan mengelola sumber daya lokal yang ada di Wakatobi.
”Kalau mereka sudah terampil melakukan pengolahan semacam ini, saya kira nelayan kita tidak akan lagi tergantung dengan iklim pemasaran yang kurang baik,” kata Hajifu.
Di tempat yang sama Masrani dan Wa Ode Mari –peserta pelatihan, mengaku bersyukur dengan adanya pelatihan semacam ini. Pasalnya rumput laut yang mereka kelola selama ini sudah dapat mereka kelola sendiri menjadi makanan olahan. Paling tidak untuk komsumsi rumah tangga sendiri. “Kita senang karena kita dapat mengelola makanan yang bahannya tidak lagi kita beli dari orang lain tetapi kita tanam sendiri,” tutur Masrani.
Sumber : www.kendariekspres.com
Wangi-wangi- Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), melalui Direktorat Pemberdayaan Pulau-pulau Kecil menyelenggarakan pelatihan pengolahan rumput laut menjadi makanan dan minuman olahan. Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari (5-6/7) ini diikuti oleh 30 perwakilan ibu-ibu nelayan Kecamatan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Jenis makanan olahan berbahan dasar rumput laut kering yang diajarkan pada ibu-ibu nelayan ini berupa Dodol Rumput Laut, Selai Rumput Laut, Minuman Rumput Laut dan Manisan Rumput Laut.
Iwan Setiawan, Kepala Sub Direktorat Pengelolaan Ekosistem Pulau-pulau Kecil, DKP RI mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir (PEMP) yang lebih mengarah pada peningkatan kapasitas ibu-ibu nelayan.
”Kita tahu bahwa ibu-ibu nelayan itu punya peran yang besar dalam mengatur ekonomi keluarga, sehingga pemberdayaan nelayan tidak hanya kita berikan pada bapak-bapak nelayannya saja. Harapan kita dengan kemampauan mengelola sumber daya lokal ini ekonomi mereka dapat terbantu,” katanya.
Tidak hanya itu, Dalam kegiatan ini peserta juga dibekali materi pengelolaan keuangan dan manajemen pasar. Harapannya, keterampilan yang telah diperoleh nantinya dapat dikembangkan menjadi industri rumah tangga (home industry) yang dapat memenuhi kebutuhan lokal dan bukan tidak mungkin jika manajemen pemasarannya dikelola dengan baik akan mampu diperluas ke daerah lain.
Untuk memberikan stimulan agar peserta pelatihan dapat segera memulai usaha ini, pihak penyelenggara dalam hal ini DKP RI membagi peserta pelatihan menjadi tiga kelompok yang masing-masing diberikan peralatan untuk mengelola rumput laut.
”Saya rasa di Wakatobi ini tidak memiliki kendala lagi jika ibu-ibu peserta mau memulai usaha ini, karena masalah permodalan dapat mengajukan pinjaman pada koperasi yang mengelola dana PEMP,” jelas Iwan.
Apalagi jika koperasi tersebut bisa diajak bekerja sama memasarkan produk hasil olahan rumput laut ini. “Kalau dengan cara seperti ini maka program PEMP akan berjalan dengan baik karena satu dengan lainya saling mendukung dan membutuhkan,” ucapnya yakin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi, Drs. LD. Hajifu, Msi. Menambahkan, ke depan pihaknya akan mengembangkan kegiatan ini sehingga ibu-ibu nelayan di Wakatobi akan memiliki keterampilan mengelola sumber daya lokal yang ada di Wakatobi.
”Kalau mereka sudah terampil melakukan pengolahan semacam ini, saya kira nelayan kita tidak akan lagi tergantung dengan iklim pemasaran yang kurang baik,” kata Hajifu.
Di tempat yang sama Masrani dan Wa Ode Mari –peserta pelatihan, mengaku bersyukur dengan adanya pelatihan semacam ini. Pasalnya rumput laut yang mereka kelola selama ini sudah dapat mereka kelola sendiri menjadi makanan olahan. Paling tidak untuk komsumsi rumah tangga sendiri. “Kita senang karena kita dapat mengelola makanan yang bahannya tidak lagi kita beli dari orang lain tetapi kita tanam sendiri,” tutur Masrani.
Sumber : www.kendariekspres.com


