Tanjungpinang - Bandara dan pelabuhan adalah pintu gerbang suatu daerah sehingga perlu dibuat semenarik mungkin agar para pendatang terkesan ketika menginjakkan kakinya ke Provinsi Kepri, dan saat ini masyarakat Kepri saat ini boleh berbangga hati karena memiliki dua bandara bertaraf internasional.
Demikian disampaikan Gubernur Ismeth Abdullah saat pemancangan tiang pertama pembangunan terminal penumpang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kamis 20 Agustus 2009.
Lebih jauh Gubernur mengatakan, kini Provinsi Kepri telah memiliki dua buah bandara bertaraf Inernasional. Pertama Bandara Hang Nadim di kota Batam, yang kedua adalah Bandara RHF di kota Tanjungpinang.
Sebagai pintu gerbang provinsi Kepri, wilayah kota Tanjungpinang perlu melakukan sejumlah pembenahan, salah satunya adalah Bandara RHF. Bandara ini perlu dilakukan perluasan terminal penumpang. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.
“Pada akhirnya meningkatkan kunjungan wisata ke Kepri, mengingat letaknya cukup strategis dengan negara-negara maju di Asean,” kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Dengan perluasan ini, imbuh Gubernur, akan memberikan dampak positif bagi daerah Kepri. Seiring dengan pembangunan perluasan bandara RHF ini, diharapkan investor yang masuk ke Kepri akan mengalami peningkatan yang cukup berarti.
Terpisah GM RHF, Alit Ariana mengatakan, Bandara RHF memiliki investasi yang cukup menjanjikan. Berdasarkan data tahun 2008, tercatat ada 3500 pergerakan pesawat dengan 130 ribu penumpang, jumlah bagasi 1,250 ton bagasi dan 540 ton kargo.
Senada juga disampaikan oleh Wakil Dirut PT Angkasa Pura II Rinaldo J Aziz. Ia mengatakan dengan perluasan terminal di Bandara RHF ini akan memberikan keuntungan tidak hanya kepada PT Angkasa Pura II saja namun juga kepada Provinsi Kepri.
Pembangunan terminal Bandara RHF ini dengan bantuan dana dari APBN sebesar Rp 42 miliar lebih. Bandara RHF direncanakan akan diperluas dari 1.200 meter persegi menjadi 42. ribu meter persegi. Jika sebelumnya hanya mampu menampung 120 ribu calon penumpang setiap tahunnya, maka nantinya diperkirakan dapat menampung 400 ribu calon penumpang untuk tiap tahunnya.
Pembangunannya dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi ini direncanakan selesai pada pertengahan bulan Mei tahun depan. Nantinya, bangunan ini akan mengadopsi arsitekur modern tanpa melupakan unsur budaya Melayu dengan atap yang menyerupai ombak yang mencirikan Provinsi Kepri sebagai wilayah lautan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II Rinaldo J Aziz, Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua Walikota Tanjungpinang Suryatati A. Manan, GM RHF Alit Ariana. (red/ifn)
Sumber: http://kepriprov.go.id
Demikian disampaikan Gubernur Ismeth Abdullah saat pemancangan tiang pertama pembangunan terminal penumpang Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Kamis 20 Agustus 2009.
Lebih jauh Gubernur mengatakan, kini Provinsi Kepri telah memiliki dua buah bandara bertaraf Inernasional. Pertama Bandara Hang Nadim di kota Batam, yang kedua adalah Bandara RHF di kota Tanjungpinang.
Sebagai pintu gerbang provinsi Kepri, wilayah kota Tanjungpinang perlu melakukan sejumlah pembenahan, salah satunya adalah Bandara RHF. Bandara ini perlu dilakukan perluasan terminal penumpang. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang.
“Pada akhirnya meningkatkan kunjungan wisata ke Kepri, mengingat letaknya cukup strategis dengan negara-negara maju di Asean,” kata Gubernur Ismeth Abdullah.
Dengan perluasan ini, imbuh Gubernur, akan memberikan dampak positif bagi daerah Kepri. Seiring dengan pembangunan perluasan bandara RHF ini, diharapkan investor yang masuk ke Kepri akan mengalami peningkatan yang cukup berarti.
Terpisah GM RHF, Alit Ariana mengatakan, Bandara RHF memiliki investasi yang cukup menjanjikan. Berdasarkan data tahun 2008, tercatat ada 3500 pergerakan pesawat dengan 130 ribu penumpang, jumlah bagasi 1,250 ton bagasi dan 540 ton kargo.
Senada juga disampaikan oleh Wakil Dirut PT Angkasa Pura II Rinaldo J Aziz. Ia mengatakan dengan perluasan terminal di Bandara RHF ini akan memberikan keuntungan tidak hanya kepada PT Angkasa Pura II saja namun juga kepada Provinsi Kepri.
Pembangunan terminal Bandara RHF ini dengan bantuan dana dari APBN sebesar Rp 42 miliar lebih. Bandara RHF direncanakan akan diperluas dari 1.200 meter persegi menjadi 42. ribu meter persegi. Jika sebelumnya hanya mampu menampung 120 ribu calon penumpang setiap tahunnya, maka nantinya diperkirakan dapat menampung 400 ribu calon penumpang untuk tiap tahunnya.
Pembangunannya dikerjakan oleh PT Jaya Konstruksi ini direncanakan selesai pada pertengahan bulan Mei tahun depan. Nantinya, bangunan ini akan mengadopsi arsitekur modern tanpa melupakan unsur budaya Melayu dengan atap yang menyerupai ombak yang mencirikan Provinsi Kepri sebagai wilayah lautan.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Direktur Utama PT Angkasa Pura II Rinaldo J Aziz, Anggota DPRD Provinsi Kepri Rudy Chua Walikota Tanjungpinang Suryatati A. Manan, GM RHF Alit Ariana. (red/ifn)
Sumber: http://kepriprov.go.id


