Tanjungpinang - Tanjungpinang jauh-jauh hari telah memproklamirkan diri akan menjadi kota wisata dan budaya di Kepulauan Riau. Hal tersebut sudah terukir dalam visi dan misi kota gurindam negeri pantun ini. Sayangnya, potensi yang ada belum dikembangkan secara maksimal.
Termasuk dari para pelaku wisata. Karena itu, Pemko Tanjungpinang menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu. Acara yang digelar mulai 10-12 Agustus tersebut diikuti oleh 50 peserta dari berbagai bidang wisata, seperti para guide atau pemandu wisata, biro perjalanan, penjaga museum, penjaga makam dan vihara, sampai polisi wisata dan juga pegawai Adpel dan Pelindo. Pihak-pihak tersebut bersentuhan langsung dengan wisatawan.
"Karena itu perlu diberikan pemahaman dan informasi yang benar tentang tempat-tempat wisata di Tanjungpinang. Agar dapat menuntun wisatawan dengan baik dan benar," ujar Hantoni, Ketua Panitia, Senin (10/8).
Hadir sebagai pembicara Direktur Permuseuman dan Kepurbakalaan, Lembaga Adat Melayu, Sejarawan dan guru pariwisata. Para peserta nantinya akan dibekali informasi seputar wisata kuliner, sejarah, wisata mangrove, dan bahari.
Mereka juga akan dibekali cerita-cerita rakyat tentang tempat wisata yang dapat menarik minat wisatawan. Sebut saja cerita tentang sumur Engku Putri yang dipercaya bisa membuat awet muda, serta sumur yang dapat menyembuhkan penyakit.
Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan sendiri punya cerita unik seputar Pulau Penyengat. "Saya pernah diceritakan cerita nyata, tentang ibu yang mencari anaknya yang sudah belasan tahun tak bertemu. Ketika itu ia datang ke Penyengat dan mendengar bisikan, agar jangan pulang dulu. Benar saja, keesokan harinya saat di pelabuhan, dia bertemu dengan anaknya itu," ujar Tatik.
Keajaiban serupa kata Tatik juga banyak dialami pasangan yang lama menikah tapi belum punya anak. Mereka kemudian salat dan berdoa di Masjid Raya Penyengat. Akhirnya pasangan itu berhasil memiliki keturunan.
Cerita-cerita unik tersebut bila dikemas dengan baik maka bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Karena itu diharapkan lewat pelatihan ini, para guide, biro perlajanan serta pekerja wisata dapat menjelaskan dengan baik kisah tersebut kepada wisatawan.
Tatik juga mengajak agar masyarakat Tanjungpinang sadar wisata, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Tanjungpinang sebagai tempat tujuan wisata pilihan. (tribun/opi)
Sumber: http://www.tribunbatam.co.id
Termasuk dari para pelaku wisata. Karena itu, Pemko Tanjungpinang menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Terpadu. Acara yang digelar mulai 10-12 Agustus tersebut diikuti oleh 50 peserta dari berbagai bidang wisata, seperti para guide atau pemandu wisata, biro perjalanan, penjaga museum, penjaga makam dan vihara, sampai polisi wisata dan juga pegawai Adpel dan Pelindo. Pihak-pihak tersebut bersentuhan langsung dengan wisatawan.
"Karena itu perlu diberikan pemahaman dan informasi yang benar tentang tempat-tempat wisata di Tanjungpinang. Agar dapat menuntun wisatawan dengan baik dan benar," ujar Hantoni, Ketua Panitia, Senin (10/8).
Hadir sebagai pembicara Direktur Permuseuman dan Kepurbakalaan, Lembaga Adat Melayu, Sejarawan dan guru pariwisata. Para peserta nantinya akan dibekali informasi seputar wisata kuliner, sejarah, wisata mangrove, dan bahari.
Mereka juga akan dibekali cerita-cerita rakyat tentang tempat wisata yang dapat menarik minat wisatawan. Sebut saja cerita tentang sumur Engku Putri yang dipercaya bisa membuat awet muda, serta sumur yang dapat menyembuhkan penyakit.
Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan sendiri punya cerita unik seputar Pulau Penyengat. "Saya pernah diceritakan cerita nyata, tentang ibu yang mencari anaknya yang sudah belasan tahun tak bertemu. Ketika itu ia datang ke Penyengat dan mendengar bisikan, agar jangan pulang dulu. Benar saja, keesokan harinya saat di pelabuhan, dia bertemu dengan anaknya itu," ujar Tatik.
Keajaiban serupa kata Tatik juga banyak dialami pasangan yang lama menikah tapi belum punya anak. Mereka kemudian salat dan berdoa di Masjid Raya Penyengat. Akhirnya pasangan itu berhasil memiliki keturunan.
Cerita-cerita unik tersebut bila dikemas dengan baik maka bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Karena itu diharapkan lewat pelatihan ini, para guide, biro perlajanan serta pekerja wisata dapat menjelaskan dengan baik kisah tersebut kepada wisatawan.
Tatik juga mengajak agar masyarakat Tanjungpinang sadar wisata, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan Tanjungpinang sebagai tempat tujuan wisata pilihan. (tribun/opi)
Sumber: http://www.tribunbatam.co.id


