
DENPASAR, KOMPAS.com - Festival seni budaya masyarakat Sanur, Bali, untuk pertama kalinya tahun ini bakal menampilkan "The Art Kampoeng" atau kampung seni, yang menghadirkan miniatur suasana kehidupan masyarakat setempat pada tempo dulu.
Masyarakat kita sejak ratusan tahun silam kental dengan berbagai kegiatan seni dan budaya.
Kami ingin menghadirkan suasana masa lalu itu pada area khusus yang menampilkan berbagai kegiatan," kata Ketua Umum Panitia "Sanur Village Festival" (SVF) 2010 Ida Bagus Sidharta Putra, Senin (12/7/2010).
Sidharta memaparkan, festival yang dijadwalkan berlangsung 4-8 Agustus mendatang itu dirancang sedemikian rupa, sebagai perbaikan dari kegiatan serupa yang digelar setiap tahun sejak 2005. "Kampoeng seni tersebut kami desain menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk dapat bertukar pikiran, mengembangkan proses kreativitas, menciptakan karya, dan sekaligus memamerkan karya," ujarnya.
Himpunan Pelukis Sanur yang menjadi tuan rumah kampung seni itu, akan mengundang berbagai pihak guna melakukan aktivitas untuk membangun apresiasi bersama dan menawarkan pengalaman kepada publik. "Dengan demikian, mereka akan dapat berinteraksi serta menikmati karya seni rupa kontemporer di luar lingkungan galeri atau ruang pamer konvensional," kata Gusde, panggilan akrab Ida Bagus Sidharta Putra.
Kampoeng seni bakal mengembangkan sejumlah program, meliputi aktivitas studio bagi Himpunan Pelukis Sanur yang sekaligus dapat menjadi ruang interaktif antara pengunjung, penikmat seni, maupun seniman lainnya.
Kemudian dialog seni guna membangun suana yang cair dan terbuka melalui perbincangan tentang kreativitas dan karya seni terkini. Seni untuk publik menyediakan ruang terbuka sebagai tempat membaca puisi, bermain teater, dan pemanggungan seni pertunjukan lainnya.
Program pertunjukan seni, yang dari suasana yang terbentuk diharapkan tercipta lompatan keluar dari dua maupun tiga dimensi, baik dalam respon gerak maupun dipadukan dengan suasana responsif atas tema-tema yang dimunculkan oleh seniman.
"Selain itu, juga menampilkan pameran karya sebagai ruang apresiasi dan transaksi karya seni seperti halnya di galeri seni," kata Gusde yang juga General Manager Griya Santrian.
Ia berharap melalui "Kampoeng Seni" tersebut akan benar-benar mampu menyemarakkan suasana festival, sekaligus menambah daya tarik guna mendatangkan lebih banyak lagi pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.
SVF 2010 mengangkat tema "Saha Nuhur", bermakna permohonan bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dimaksudkan untuk mendapatkan sinar suci (nuhur atau nur) yang menjadi spirit dari berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat.
Sumber : http://travel.kompas.com
Masyarakat kita sejak ratusan tahun silam kental dengan berbagai kegiatan seni dan budaya.
Kami ingin menghadirkan suasana masa lalu itu pada area khusus yang menampilkan berbagai kegiatan," kata Ketua Umum Panitia "Sanur Village Festival" (SVF) 2010 Ida Bagus Sidharta Putra, Senin (12/7/2010).
Sidharta memaparkan, festival yang dijadwalkan berlangsung 4-8 Agustus mendatang itu dirancang sedemikian rupa, sebagai perbaikan dari kegiatan serupa yang digelar setiap tahun sejak 2005. "Kampoeng seni tersebut kami desain menjadi tempat berkumpulnya para seniman untuk dapat bertukar pikiran, mengembangkan proses kreativitas, menciptakan karya, dan sekaligus memamerkan karya," ujarnya.
Himpunan Pelukis Sanur yang menjadi tuan rumah kampung seni itu, akan mengundang berbagai pihak guna melakukan aktivitas untuk membangun apresiasi bersama dan menawarkan pengalaman kepada publik. "Dengan demikian, mereka akan dapat berinteraksi serta menikmati karya seni rupa kontemporer di luar lingkungan galeri atau ruang pamer konvensional," kata Gusde, panggilan akrab Ida Bagus Sidharta Putra.
Kampoeng seni bakal mengembangkan sejumlah program, meliputi aktivitas studio bagi Himpunan Pelukis Sanur yang sekaligus dapat menjadi ruang interaktif antara pengunjung, penikmat seni, maupun seniman lainnya.
Kemudian dialog seni guna membangun suana yang cair dan terbuka melalui perbincangan tentang kreativitas dan karya seni terkini. Seni untuk publik menyediakan ruang terbuka sebagai tempat membaca puisi, bermain teater, dan pemanggungan seni pertunjukan lainnya.
Program pertunjukan seni, yang dari suasana yang terbentuk diharapkan tercipta lompatan keluar dari dua maupun tiga dimensi, baik dalam respon gerak maupun dipadukan dengan suasana responsif atas tema-tema yang dimunculkan oleh seniman.
"Selain itu, juga menampilkan pameran karya sebagai ruang apresiasi dan transaksi karya seni seperti halnya di galeri seni," kata Gusde yang juga General Manager Griya Santrian.
Ia berharap melalui "Kampoeng Seni" tersebut akan benar-benar mampu menyemarakkan suasana festival, sekaligus menambah daya tarik guna mendatangkan lebih banyak lagi pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun domestik.
SVF 2010 mengangkat tema "Saha Nuhur", bermakna permohonan bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang dimaksudkan untuk mendapatkan sinar suci (nuhur atau nur) yang menjadi spirit dari berbagai aspek kehidupan masyarakat setempat.
Sumber : http://travel.kompas.com


