JAKARTA, — Sebagai salah satu ormas kedaerahan, Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) bertekad untuk terus melestarikan kebudayaan yang dimilikinya. Sebab, mereka tidak ingin budaya warisan nenek moyangnya sirna begitu saja, tergerus oleh munculnya budaya-budaya asing yang belakangan ini kian menjamur di masyarakat. Karenanya, Forkabi Jakarta Pusat bertekad dan siap mengawal serta melestarikan seni budaya Betawi. Demikian benang merah yang dapat ditarik dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Forkabi Jakarta Pusat periode 2009-2014, di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/7/2010).
Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat Fatahillah mengatakan, dengan dilantiknya pengurus baru Forkabi Jakarta Pusat ini ia berharap ormas tersebut dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jakarta, Forkabi juga harus dapat melestarikan budaya Betawi sebagai bagian dari kinerja kepengurusannya.
"Forkabi adalah mitra pemerintah dalam membangun Kota Jakarta. Kita harapkan ke depan ada sinergi yang lebih erat dan saling mendukung untuk membangun Kota Jakarta. Forkabi harus terus berperan aktif dan peduli dalam pelestarian budaya Betawi. Sebab, budaya Betawi merupakan entitas yang harus dijaga dan dilestarikan penggurus baru," kata Fatahillah.
Hal senada dikatakan Ketua DPD Forkabi Jakarta Pusat yang baru saja dilantik, H Idup Suwardi. Menurutnya, Forkabi harus terus melestarikan kebudayaan warisan leluhurnya. "Forkabi sebagai ormas di tanah Betawi tentu akan terus menjaga dan melestarikan seni budaya warisan leluhurnya agar ciri khas seni budaya Betawi di Jakarta tidak punah," ujar Idup.
Terkait adanya gesekan atau konflik antarsesama ormas, Idup Suwardi mengatakan, Forkabi dibentuk sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahim, khususnya terhadap sesama warga Betawi dan masyarakat Jakarta pada umumnya. Ke depan, pihaknya akan meningkatkan komunikasi dan konsolidasi baik dengan sesama anggota Forkabi maupun dengan ormas-ormas lainnya.
"Forkabi tidak pernah mengharapkan adanya konflik dan gesekan dengan ormas lain karena Forkabi dibentuk sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahim baik sesama anggota, ormas, dan pemerintah untuk membangun dan menyejahterakan warga Jakarta," katanya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com
Pelaksana Harian Wali Kota Jakarta Pusat Fatahillah mengatakan, dengan dilantiknya pengurus baru Forkabi Jakarta Pusat ini ia berharap ormas tersebut dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan Jakarta, Forkabi juga harus dapat melestarikan budaya Betawi sebagai bagian dari kinerja kepengurusannya.
"Forkabi adalah mitra pemerintah dalam membangun Kota Jakarta. Kita harapkan ke depan ada sinergi yang lebih erat dan saling mendukung untuk membangun Kota Jakarta. Forkabi harus terus berperan aktif dan peduli dalam pelestarian budaya Betawi. Sebab, budaya Betawi merupakan entitas yang harus dijaga dan dilestarikan penggurus baru," kata Fatahillah.
Hal senada dikatakan Ketua DPD Forkabi Jakarta Pusat yang baru saja dilantik, H Idup Suwardi. Menurutnya, Forkabi harus terus melestarikan kebudayaan warisan leluhurnya. "Forkabi sebagai ormas di tanah Betawi tentu akan terus menjaga dan melestarikan seni budaya warisan leluhurnya agar ciri khas seni budaya Betawi di Jakarta tidak punah," ujar Idup.
Terkait adanya gesekan atau konflik antarsesama ormas, Idup Suwardi mengatakan, Forkabi dibentuk sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahim, khususnya terhadap sesama warga Betawi dan masyarakat Jakarta pada umumnya. Ke depan, pihaknya akan meningkatkan komunikasi dan konsolidasi baik dengan sesama anggota Forkabi maupun dengan ormas-ormas lainnya.
"Forkabi tidak pernah mengharapkan adanya konflik dan gesekan dengan ormas lain karena Forkabi dibentuk sebagai sarana untuk memperkuat tali silaturahim baik sesama anggota, ormas, dan pemerintah untuk membangun dan menyejahterakan warga Jakarta," katanya.
Sumber : http://megapolitan.kompas.com


